KEJAKSAAN Agung (Kejagung) membongkar kasus dugaan pelanggaran ekspor mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth minerals di Batam, Kepulauan Riau. Ada tiga orang tersangka dalam kasus ini.
Penyidikan ini dilaksanakan bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Ketiga tersangka diduga berperan meloloskan ekspor ‘harta karun’ RI ini dengan memanipulasi hasil uji laboratorium dan penerbitan dokumen ekspor.
“Setelah melalui serangkaian pemeriksaan tersebut, tim penyidik menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Saudara IS (Iwan Setiawan) selaku perwakilan PT PMM, Saudara GP (Gian Prabuharto) selaku Kepala Unit Pelayanan Pangkalpinang PT Sucofindo, dan Saudara JK (Junanto Kurniawan) selaku Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe C Pangkalpinang,” kata Dirdik Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi dalam konferensi pers di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) sebelumnya telah memeriksa 25 kontainer berisi mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth di Batam, Kepulauan Riau. Satgas menduga adanya pelanggaran hukum terkait ekspor mineral tersebut.
Sebagai informasi, Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan logam tanah jarang merupakan sekelompok logam yang memiliki sifat-sifat khas dan esensial dalam berbagai aplikasi teknologi modern. Istilah ‘jarang’ merujuk pada kelangkaannya di alam.
Unsur logam tanah jarang adalah kelompok unsur logam transisi yang dalam tabel periodik termasuk ke dalam 15 unsur di dalam deret lanthanida, yaitu lanthanum (La), cerium (Ce), praseodymium (Pr), neodymium (Nd), promethium (Pm), samarium (Sm), europium (Eu), gadolinium (Gd), terbium (Tb), dysprosium (Dy), holmium (Ho), erbium (Er), thulium (Tm), ytterbium (Yb), dan lutetium (Lu) dan ditambah dengan scandium dan yttrium yang totalnya berjumlah 17 unsur.
Kronologis
Kasus ini bermula ketika Iwan meminta Gian agar pemeriksaan sampel ilmenit tidak dilakukan menyeluruh. Sebagai informasi, ilmenit merupakan sumber utama titanium dan melimpah di Indonesia.
Setelah dicek oleh Satgas PKH, ternyata ada logam tanah jarang dalam jumbo bag yang disebut hanya berisi ilmenit itu. Namun Syarief belum menguraikan logam tanah jarang apa yang ditemukan.
