Apa Saja Isi Memorandum Iran-AS yang Sedang Dirundingkan?

Ilustrasi Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel
Ilustrasi Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel
0 Komentar

MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan memorandum of understanding (MoU) yang tengah dinegosiasikan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akan menjadi dasar berakhirnya konflik di seluruh front, termasuk Lebanon, sekaligus membuka jalan bagi pembahasan pencabutan sanksi, program nuklir Iran, dan pengaturan keamanan kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Jumat (13/6/2026). Menurut dia, dokumen yang dikenal sebagai Islamabad Memorandum of Understanding—mengacu pada ibu kota Pakistan yang berperan sebagai mediator, akan menandai berakhirnya perang yang pecah sejak 28 Februari 2026.

“Berakhirnya perang akan diumumkan di seluruh front, termasuk Lebanon,” kata Araghchi sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Ia menjelaskan rancangan kesepakatan tersebut memuat komitmen kedua pihak untuk tidak memulai perang, tidak mengancam menggunakan kekuatan militer, serta tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara. Araghchi juga mengatakan kesepakatan itu akan mencakup komitmen timbal balik untuk menghormati kedaulatan masing-masing pihak.

“Untuk pertama kalinya dalam 47 tahun, Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan bahwa mereka menghormati kedaulatan Republik Islam Iran,” ujarnya.

Menurut Araghchi, Israel juga harus menarik pasukannya dari wilayah yang didudukinya di Lebanon selatan sebagai bagian dari berakhirnya perang. Posisi tersebut, kata dia, telah disampaikan secara jelas oleh Teheran dalam proses negosiasi.

Ia menegaskan Iran tidak melupakan Lebanon selama konflik berlangsung. Menurutnya, Lebanon dan kelompok Hizbullah yang berbasis di negara itu telah berdiri bersama Iran dan tidak akan ditinggalkan.

Negosiasi Dua Tahap

Araghchi menjelaskan proses perundingan akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penandatanganan memorandum of understanding, sementara tahap kedua berupa negosiasi menuju kesepakatan final. Ia mengatakan isu pencabutan sanksi, pengayaan uranium, cadangan uranium yang telah diperkaya, serta pembentukan dana rekonstruksi bagi Iran akan dibahas dalam tahap kedua.

Menurut dia, isu nuklir dipindahkan ke tahap kedua karena tuntutan yang diajukan pihak lawan pada tahap pertama “tidak dapat diterima”.

Araghchi memperkirakan negosiasi tahap kedua berlangsung selama 60 hari. Namun, periode itu dapat diperpanjang apabila kedua pihak menilai kemajuan yang dicapai cukup memuaskan.

0 Komentar