KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, mengungkapkan hingga Sabtu (15/8/2026) sore terdapat 38 orang meninggal dunia akibat kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi.
Selain itu, dikutip dari data BNPB hingga pukul 15:00 waktu setempat, terdapat dua orang yang mengalami luka berat, dan 11 orang luka ringan.
“Kemudian saya ingin meng-update korban ya. Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa. Sampai dengan pukul 15:00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Suharyanto merincikan data warga yang meninggal akibat gempa tersebar di Sikka: 3, Manggarai: 16, Manggarai Timur: 17, Ende: 1, dan Manggarai Barat: 1. Suharyanto menyampaikan dengan perkembangan proses evakuasi, korban meninggal dipastikan akan mengalami penambahan.
“Total 38. Pasti besok bertambah lagi dan lain sebagainya. Jadi sekali lagi kami akan terus mencari informasi ya supaya nanti datanya lebih baik lagi,” terangnya.
Selain itu, Suharyanto menyampaikan bahwa dari laporan warga hingga saat ini, terdapat kurang dari 10 warga yang dilaporkan masih terjebak di antara reruntuhan gempa.
Namun, dia menyerahkan perihal data korban tersebut kepada Gubernur NTT demi mendapat data yang lebih konkret.
“Jadi untuk data yang terjebak ini memang bergerak terus. Tadi dilaporkan oleh Bapak Gubernur NTT itu ada beberapa, tapi di bawah 10 begitu ya. Tapi nanti Mas Heru tanya langsung Pak Gubernur karena saya takut salah,” ungkapnya.
Selain korban jiwa dan luka, sebanyak dua ribu warga tercatat saat ini melakukan pengungsian secara mandiri dan meninggalkan rumah mereka yang rusak akibat gempa. Untuk data rumah yang rusak sedang dicatat oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri. Kemudian untuk materiil ya, untuk materiil tercatat ini ada beberapa jalan yang longsor, tertutup. Datanya nanti akan disampaikan secara rinci nanti di kementerian PU. Ada beberapa rumah masyarakat, ini terus didata terus ya, didata terus, berkembang terus. Kalau yang per hari ini ada puluhan rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan,” jelasnya.
