KAPOLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026) pagi.
“Kondisi sampai saat ini masih dilakukan evakuasi. Kami telah memerintahkan seluruh kapolres yang wilayahnya terdampak gempa ini untuk melakukan evakuasi bersama stakeholder terkait,” katanya di Kupang, Sabtu(15/8/2026).
Dia mengatakan, jajaran Polda NTT bergerak cepat melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Menurut Kapolda, pada tahap awal penanganan, penyelamatan masyarakat menjadi hal yang paling diutamakan. Sementara itu, untuk jumlah korban dan kerusakan, proses pendataan masih berlangsung.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
“Jadi kita utamakan penyelamatan dulu, sedangkan untuk data-data kami masih menghimpun,”kata dia.
Jenderal berbintang dua ini juga berencana bertolak menuju sejumlah wilayah terdampak untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan proses penanganan di lapangan. Meski demikian, rencana tersebut masih menyesuaikan kondisi penerbangan karena sejumlah bandara di Pulau Flores belum memungkinkan untuk didarati pesawat.
“Rencananya siang ini kami juga akan menuju lokasi apabila sudah memungkinkan karena beberapa bandara yang belum bisa didarati oleh pesawat,”kata dia.
Di tengah kondisi darurat, Kapolda NTT memastikan seluruh jajaran kepolisian di wilayah Pulau Flores yang terdampak gempa berada dalam kondisi selamat
“Alhamdulillah saya sudah memerintahkan seluruh jajaran di Pulau Flores yang terdampak gempa. Puji Tuhan, mereka semuanya dalam keadaan sehat,”ujar dia.
Personel kepolisian yang berada di wilayah terdampak langsung menjalankan tugas kemanusiaan. Mereka membantu mengevakuasi masyarakat, memberikan pertolongan, mencari korban serta melakukan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.
Kapolda juga telah memerintahkan seluruh Kapolres jajaran untuk membentuk posko-posko bantuan di lokasi yang aman. “Saya juga sudah minta kapolres jajaran untuk membentuk posko-posko bantuan, mencari tempat yang aman untuk membangun posko bantuan,” kata dia.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Rudi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan mencari tempat yang aman.“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mencari tempat yang aman,”kata dia.
