Menurut mereka, eskalasi di Gaza dapat mengalihkan perhatian publik Israel dari berbagai perkembangan negatif di front lain.
Pasukan Israel di Lebanon masih kesulitan menghentikan serangan Hezbollah, terutama yang menggunakan drone. Selain itu, banyak warga Israel khawatir bahwa perundingan antara Amerika Serikat dan Iran akan menghasilkan kesepakatan yang merugikan Israel.
Menanggapi pernyataan Netanyahu, pejabat senior Hamas, Husam Badran, menuduh pemimpin Israel itu melakukan segala cara untuk menghancurkan perjanjian gencatan senjata.
Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag
“Ia berdiri menentang kehendak masyarakat internasional. Melalui pernyataan dan tindakannya, ia membuktikan bahwa Hamas bukanlah pihak yang menghalangi kelanjutan implementasi kesepakatan gencatan senjata,” kata Badran.
Juru bicara Dewan Perdamaian menolak memberikan komentar, sementara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat belum memberikan tanggapan atas permintaan keterangan.
Dan Rothem, analis senior dari Israel Policy Forum, mengatakan bahwa basis politik sayap kanan Netanyahu memandang situasi saat ini di Gaza sebagai “misi yang belum selesai” atau bahkan kegagalan misi.
Menurutnya, banyak pendukung Netanyahu yang lebih memilih perluasan wilayah kendali Israel atau bahkan kembalinya perang di Gaza apabila tekanan terhadap Hamas dapat memicu respons yang dijadikan alasan untuk melancarkan operasi militer baru.
“Apakah Netanyahu menilai eskalasi di Gaza akan menguntungkan atau justru merugikan dirinya secara politik? Itulah pertanyaan utama yang akan menentukan arah kebijakan Gaza dalam beberapa minggu dan bulan mendatang,” ujarnya.
Kekhawatiran warga Palestina
Netanyahu sendiri belum menjelaskan secara rinci apa arti penguasaan wilayah tersebut dalam jangka panjang.
Beberapa unsur dalam koalisi pemerintahannya bahkan menginginkan Israel mencaplok seluruh atau sebagian wilayah Gaza dan Tepi Barat.
Baca Juga:Kemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi DenmarkLuhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RI
Para analis Palestina memperingatkan bahwa perluasan kendali Israel hanya akan memperburuk kehidupan warga Gaza.
“Keputusan ini akan semakin menekan dan mencekik rakyat,” kata Jaser AbuMousa, analis politik asal Gaza yang kini bermukim di Boston.
“Akan ada lebih banyak pengungsian, kesulitan, dan penderitaan.”
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 900 orang telah terbunuh sejak gencatan senjata mulai berlaku lebih dari tujuh bulan lalu.
Pekan ini saja, Israel melancarkan beberapa serangan mematikan di kawasan padat penduduk Gaza dalam upaya memburu para pemimpin senior Hamas.
