Media Barat Soroti Motif Netanyahu di Balik Rencana Kuasai 70 Persen Gaza

Master Plan Jared Kushner untuk Gaza seperti disampaikan di Davos pada 22 Januari 2026. - (X)
Master Plan Jared Kushner untuk Gaza seperti disampaikan di Davos pada 22 Januari 2026. - (X)
0 Komentar

Dalam pengarahan Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada para kepala lembaga kemanusiaan yang bekerja di Gaza pada Ahad lalu, dicatat sejumlah pelanggaran terbaru terhadap batas-batas yang telah disepakati.

Di wilayah Jabalia, Gaza utara, misalnya, laporan tersebut menyebut pergerakan maju tank dilaporkan terjadi setiap hari, sementara drone menargetkan setiap aktivitas yang berada dekat Garis Kuning.

Tank-tank Israel juga dilaporkan bergerak lebih jauh ke arah timur Kota Khan Younis di bagian selatan Gaza.

Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag

Laporan PBB itu juga menyinggung keberadaan milisi anti-Hamas yang didukung Israel dan dipimpin oleh seorang tokoh bersenjata Gaza bernama Ashraf al-Mansi.

Menurut laporan tersebut, kelompok itu bergerak ke arah barat dari kawasan Garis Kuning di sekitar Jabalia pada pekan lalu.

Milisi-milisi semacam itu semakin aktif di sepanjang Garis Kuning dan tampaknya berfungsi sebagai pasukan pendukung bagi tentara Israel.

Mereka tidak hanya menyerang Hamas, tetapi juga memerintahkan warga Palestina yang tinggal di dekat garis pemisah untuk meninggalkan rumah mereka.

Wael Nayef Abu al-Ajeen, seorang warga berusia 26 tahun yang tinggal di timur Deir al-Balah, Gaza selatan, mengatakan keluarganya dipaksa meninggalkan rumah oleh anggota milisi pada awal bulan ini.

“Sekitar pukul satu siang, orang-orang bersenjata yang berafiliasi dengan milisi memasuki wilayah kami. Mereka mendatangi rumah-rumah keluarga Abu al-Ajeen dan memberi tahu bahwa kami memiliki waktu hingga pukul 10 malam untuk mengosongkan seluruh rumah di kawasan tersebut,” ujarnya.

“Mereka memerintahkan warga membawa perabot dan barang-barang yang bisa dibawa serta mengosongkan rumah semaksimal mungkin. Mereka juga melarang kami kembali sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.”

Baca Juga:Kemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi DenmarkLuhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RI

Akibatnya, kata Abu al-Ajeen, kepanikan melanda warga dan mereka mulai meninggalkan kawasan itu secara bertahap hingga hampir seluruh wilayah menjadi kosong.

Nasser Khdour, peneliti dari organisasi pemantau konflik bersenjata ACLED (Armed Conflict Location and Event Data Project), mengatakan, “Kami melihat bahwa milisi-milisi tersebut tidak hanya menyerang Hamas, tetapi juga berperan dalam mendorong warga yang tinggal di dekat garis mereka untuk bergerak lebih jauh ke arah barat.”

0 Komentar