Karena itu, pertanyaan berikutnya bukan sekadar siapa yang tercatat, tetapi juga apa isi catatan tersebut, kapan dibuat, dalam konteks perkara apa, dan apakah informasi di dalamnya memiliki relevansi pembuktian.
Sebab, seseorang yang tercatat dalam dokumen, pernah berhubungan dengan institusi, atau pernah berada dalam sebuah struktur organisasi tidak otomatis berarti terlibat dalam tindak pidana.
Pernyataan Febrie kini menjadi bagian dari narasi pembelaannya. Sementara proses hukum akan menentukan apakah tuduhan terhadap dirinya terbukti atau tidak.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Yang menjadi perhatian publik adalah apakah “database abadi” yang disebut Febrie hanya akan menjadi pernyataan di luar persidangan, atau kelak muncul sebagai bagian dari fakta dan alat bukti yang diuji di ruang sidang.
