Rekam Jejak Syekh Amin Al Husaini: Dari Persembunyian di Jerman hingga Dukungan bagi Kemerdekaan RI

Syaikh Muhammad Amin Al Husaini saat bertemu dengan Adolf Hitler pada 28 November 1941.(Wikimedia Commons)
Syaikh Muhammad Amin Al Husaini saat bertemu dengan Adolf Hitler pada 28 November 1941.(Wikimedia Commons)
0 Komentar

DI balik pengakuan kedaulatan Indonesia sebagai negara merdeka di mata internasional, terdapat figur penting asal Palestina yang turut memberikan dukungan nyata, yakni Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al Husaini.

Pada September 1944, atau setahun lebih sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Amin Al Husaini tengah berada dalam masa persembunyian di Jerman akibat Perang Dunia II. Ia saat itu menjadi buronan imperials Inggris dan Zionis yang berambisi menguasai Al-Quds, Palestina.

Kendati berada dalam situasi sulit dan harus mempertaruhkan keselamatannya, Amin Al Husaini memilih untuk menyiarkan kabar mengenai janji kemerdekaan bagi bangsa Indonesia ke kawasan dunia Arab.

Menggema Lewat Radio Berlin

Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Berdasarkan catatan dalam buku Mata Air Keteladanan karya Yudi Latif, melalui gelombang radio Berlin berbahasa Arab, Amin Al Husaini menyiarkan pernyataan bahwa Indonesia telah merdeka sekaligus menyampaikan ucapan selamat. Langkah berani inilah yang membuat Palestina secara de facto kerap disebut sebagai pihak pertama yang mengakui kemerdekaan RI, bahkan ketika bangsa ini masih berjuang merebutnya.

Tidak hanya lewat siaran radio, Amin Al Husaini juga aktif melobi para pemimpin negara Arab untuk segera memberikan pengakuan dan membela kemerdekaan Indonesia.

Berkat perannya yang strategis, Indonesia kemudian berhasil mendapatkan pengakuan de jure pertama dari Mesir, yang tak lama kemudian diikuti oleh Suriah, Lebanon, serta sejumlah negara Timur Tengah lainnya. Pengaruh besar Amin Al Husaini sebagai seorang Mufti yang disegani di dunia Arab membuat dukungan terhadap kedaulatan Indonesia semakin menguat dan melengkapi syarat berdirinya sebuah negara baru.

Profil dan Rekam Jejak Mufti Besar Palestina

Dinukil dari laman Museum Memorial Holokaus Amerika Serikat, Muhammad Amin Al Husaini merupakan pimpinan otoritas keagamaan umat Islam yang sah di Yerusalem di bawah rezim Mandat Inggris di Palestina dari 1921 hingga 1937.

Gagasan politik utama yang diperjuangkannya meliputi pembentukan federasi atau negara pan-Arab, serta penolakan keras terhadap gelombang imigrasi lanjutan kaum Yahudi dan aspirasi nasional Yahudi di tanah Palestina.

Selama masa pengasingannya dari 1937 hingga 1945, Al Husaini mengukuhkan posisinya sebagai pembela kepentingan bangsa Arab dan dunia Muslim. Dalam upayanya mencari dukungan internasional atas kemerdekaan negara-negara Arab, ia sempat menjalin persekutuan strategis dengan Blok Poros, yakni Nazi Jerman dan Fasis Italia.

0 Komentar