Remaja Ukraina Jadi Kaki Tangan Dinas Intelijen Rusia, Bagaimana Operasi Sabotase di Polandia Itu Dilakukan?

Seorang pria yang memegang bendera nasional Polandia di lokasi upacara pemakaman massal orang Polandia yang di
Seorang pria yang memegang bendera nasional Polandia di lokasi upacara pemakaman massal orang Polandia yang dibunuh oleh nasionalis Ukraina selama Perang Dunia II, di bekas desa Polandia Puznyky, di wilayah Ternopil, Ukraina 6 September 2025. (REUTERS/Anastasiia Smolienko)
0 Komentar

SEORANG remaja Ukraina berusia 18 tahun didakwa menjadi kaki tangan dinas intelijen Rusia dalam operasi sabotase di Polandia. Jaksa menuding misinya bukan sekadar mencoret tembok, melainkan memicu permusuhan antara dua negara yang selama ini berdiri di barisan yang sama menghadapi Moskow.

“Para penyelidik kembali mengungkap metode operasi dinas intelijen Rusia yang berupaya memajukan kepentingannya dengan memicu konflik antara rakyat Polandia dan Ukraina,” demikian pernyataan Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia (ABW). Lantas, bagaimana operasi itu dijalankan?

Jaksa Polandia pada Selasa mendakwa remaja yang diidentifikasi sebagai Illia K, sesuai aturan privasi di negara tersebut, atas dugaan melakukan kegiatan sabotase dan pengalihan atas nama dinas intelijen Rusia. Menurut ABW, setiap aksi yang dilakukan tersangka dirancang untuk membangkitkan sentimen etnis dan memperuncing luka sejarah antara Polandia dan Ukraina.

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Sasarannya dipilih dengan sangat hati-hati. Juru bicara Menteri Koordinator Dinas Khusus Polandia, Jacek Dobrzyński, mengatakan pada Kamis bahwa Illia K. menorehkan prasasti yang memuliakan Tentara Pemberontak Ukraina (UPA) dan tokoh nasionalis Stepan Bandera di sejumlah lokasi yang memiliki arti sangat penting bagi masyarakat Polandia, sebagaimana diberitakan Politico beberapa waktu lalu.

Coretan itu muncul di Monumen Pahlawan Ghetto Warsawa dan Monumen Pembantaian Volhynia, dua simbol yang menyimpan memori pahit dalam sejarah bangsa Polandia. Mengapa dua tempat itu menjadi sasaran?

Bagi banyak warga Polandia, nama UPA identik dengan pembantaian puluhan ribu warga Polandia di wilayah Volhynia dan Galicia Timur pada masa Perang Dunia II. Karena itu, setiap simbol yang dianggap mengagungkan UPA atau Bandera hampir selalu memicu kemarahan publik dan menjadi isu politik yang sensitif.

Di titik inilah penyidik melihat pola yang lebih besar. Menurut ABW, aksi tersebut bukan vandalisme biasa, melainkan bagian dari operasi yang diduga bertujuan mengeksploitasi luka sejarah untuk merusak hubungan Polandia dan Ukraina. Aparat keamanan menilai cara semacam itu sejalan dengan pola operasi pengaruh yang selama ini mereka kaitkan dengan dinas intelijen Rusia.

Namun, tuduhan terhadap Illia K. ternyata tidak berhenti pada coretan di monumen. Penyidik juga menuduh remaja tersebut merencanakan aksi sabotase menggunakan pesawat nirawak atau drone. Otoritas belum mengungkap sasaran yang diduga hendak diserang karena penyelidikan masih berlangsung.

0 Komentar