TEKA-teki kematian warga negara (WN) Australia, Cameron Hughes (39), di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Ngurah Rai akhirnya terkuak. Berdasarkan hasil olah TKP, rekaman CCTV, dan autopsi forensik, pihak Polresta Denpasar memastikan korban tewas akibat bunuh diri menggunakan selembar handuk di dalam kamar mandi.
“Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan CCTV, korban diduga mengakhiri hidupnya dengan mengikatkan leher menggunakan handuk di dalam kamar mandi ruang detensi. Hal ini diperkuat dengan hasil autopsi rumah sakit,” ungkap Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, dalam konferensi pers pada Kamis (16/07/2026).
Dalam olah TKP dan analisis terhadap CCTV, Polresta Denpasar menemukan bahwa Cameron memiliki gerak-gerik yang mencurigakan di dalam ruang detensi. Dia sempat mondar-mandir di dalam ruang detensi, sebelum masuk ke kamar mandi dan mengikatkan handuk yang didapat dari ruang detensi ke keran yang ada di kamar mandi untuk bunuh diri.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
“Dilihat dari CCTV, normal saja seperti masuk ke kamar mandi dan keluar. Ketika dia masuk lagi, di situlah dia mengakhiri hidupnya dengan mengikatkan handuk ke leher dan ke keran kamar mandi,” jelasnya.
Hasil Pemeriksaan Medis Forensik
Dokter Forensik, Ida Bagus Putu Alit, menjelaskan jenazah korban diterima di Rumah Sakit Prof. Ngoerah pada Senin (13/07/2026) pukul 21.10 WITA. Dari pemeriksaan luar terhadap korban, ditemukan luka memar dan luka lecet di pergelangan dan punggung tangan, serta tidak terdapat luka-luka fatal.
Pada pukul 21.25 WITA, tim forensik melakukan prosedur khusus untuk melihat leher korban. Dalam prosedur tersebut, tim forensik menemukan adanya resapan darah pada kulit leher dan kelenjar gondok. Kondisi tersebut sesuai dengan penekanan oleh benda-benda lembut, seperti kain.
“Kami menemukan adanya pendarahan di bawah selaput lunak otak dan ini memicu tanda-tanda mati lemas yang kami temukan. Namun, kami juga menemukan adanya kelainan jantung, yang mana jantung itu lebih besar daripada normal dan ada pembuluh darah yang mengeras,” terang Alit.
Alit juga menyampaikan bahwa pada bagian leher terdapat struktur penting, yakni pembuluh darah balik (vena), pembuluh darah nadi (arteri), dan saluran napas. Selain itu, berdasarkan analisis pola luka, ditemukan adanya luka melingkar pada leher.
