Mengungkap Misteri Kasus Kematian WN Australia di Detensi Imigrasi Bali

Proses olah tempat kejadian perkara meninggalnya WN Australia di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Sab
Proses olah tempat kejadian perkara meninggalnya WN Australia di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Sabtu (11/07/2026). (Foto/ Humas Imigrasi Ngurah Rai)
0 Komentar

Tidak kunjung memenuhi panggilan, Kantor Imigrasi Ngurah Rai kembali mengirim pesan pada 8 Juli dan 9 Juli kepada Cameron. Namun, karena sudah berulang kali tidak menunjukkan sikap kooperatif, tim imigrasi melakukan penjemputan ke kediamannya yang terletak di Jimbaran pada 10 Juli 2026, pukul 12.30 WITA.

“Yang bersangkutan tidak kooperatif, sehingga tim harus melakukan upaya paksa kepada yang bersangkutan untuk mengawal ke kantor imigrasi. Yang bersangkutan tiba di kantor imigrasi pada pukul 15.09 WITA dan dimasukkan ke dalam ruang detensi imigrasi,” kata Bugie.

Detik-Detik Kejadian di Ruang Detensi

Pada pukul 16.22 WITA, Cameron masuk ke kamar mandi dengan membawa handuk dan keluar setelah 23 menit berada di dalam kamar mandi tersebut. Cameron kembali memasuki kamar mandi pada pukul 16.52 WITA, tetapi dia tidak kunjung keluar dari kamar mandi tersebut.

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Petugas piket melakukan pemantauan berkala pada pukul 17.25 WITA dan menemukan kejanggalan pada posisi Cameron yang diam dan tidak bergerak dalam waktu yang cukup lama di dalam kamar mandi. Oleh sebab itu, petugas segera mendatangi lokasi dan menemukan Cameron dalam kondisi terkapar akibat percobaan bunuh diri.

“Pada 17.29 WITA, petugas segera melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan mendapati deteni masih memiliki denyut nadi, tetapi dalam kondisi sangat lemah. Petugas berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terdekat untuk segera mengirimkan unit ambulans,” ungkapnya.

Selagi menunggu kehadiran tim medis, Cameron diberikan bantuan oksigen dan dikeluarkan dari dalam kamar mandi. Pada pukul 18.11 WITA, tim medis melakukan tindakan pertolongan pertama. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa Cameron masih dalam keadaan hidup dengan terdeteksinya embusan napas, saturasi oksigen, dan denyut nadi.

Pukul 18.26 WITA, Cameron dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Namun, dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bali Jimbaran, Cameron dinyatakan meninggal dunia dengan dugaan awal akibat serangan jantung.

Standar Keamanan Kamar Mandi Tanpa CCTV

Bugie menyampaikan, Kantor Imigrasi Ngurah Rai memperlakukan deteni sebagai tamu, sehingga mengacu pada standar keamanan yang berlaku. Imigrasi juga mengeklaim telah mengantisipasi agar tidak ada fasilitas yang dapat digunakan untuk bunuh diri, serta dilengkapi dengan CCTV dan adanya pengecekan berkala.

0 Komentar