Konpres Molor Lima Jam
Jumat sore, Polda Metro dijadwalkan menggelar konferensi pers terkait kasus ini. Beredar di kalangan wartawan bahwa pihak KPK akan ikut serta dalam konferensi pers tersebut. Kabar itu sempat terkonfirmasi dengan hadirnya papan nama dua deputi KPK di meja konpres.
Narasumber yang awalnya disebut akan melaksanakan konferensi pers adalah Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Direktur Tindak Kortas Tipidkor Polri Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon, Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Edizzon Isir, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK Ely Kusumastuti dan Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu.
Konferensi pers mulanya disebut akan digelar pukul 16.30 WIB itu molor hingga lima jam meski barang sitaan berupa uang kertas dalam berbagai valuta dan emas-emas batangan sudah ditampilkan. Papan nama deputi KPK juga kemudian dicabut dari meja konferensi.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Konferensi pers akhirnya digelar pukul 22.00 WIB lebih. Papan nama deputi KPK juga kemudian dicabut dari meja konferensi. Yang dinantikan publik, soal tersangka dari kasus yang diusut, ternyata tak diumumkan.
“Bukan malam ini, tetapi dalam waktu dekat kami akan menyampaikan terkait penetapan tersangka dalam perkara yang ditangani melalui joint investigation oleh Kortas Tipikor dan Polda Metro Jaya,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi pers.
Polisi menjelaskan penyidikan masih terus berjalan sehingga belum menetapkan tersangka. Polda Metro juga menegaskan pengamanan di markasnya diperketat karena seluruh barang bukti disimpan di sana dan pemeriksaan terhadap para saksi masih berlangsung.
Jumat malam, informasi yang diperoleh, Jaksa Agung S Burhanuddin meninggalkan kompleks Kejaksaan Agung menuju perumahan pejabat tinggi negara di Widya Chandra, Jakarta Selatan. Diketahui pada saat bersamaan, Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subiyanto di kediamannya.
Pada Sabtu (11/7/2026) dini hari, sehari setelah menyampaikan bantahannya, Febrie Adriansyah resmi mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus. Pengunduran diri itu mengakhiri kepemimpinannya di bidang pidana khusus Kejaksaan Agung yang telah berlangsung sejak 2022.
