Indonesia-India Perkuat Kemitraan Strategis Sektor Pertahanan: Kontrak Sistem Pertahanan Rudal BrahMos

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersama PM India Narendra Modi di Istana Merdeka, Selasa (7/7). (Foto: Do
Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersama PM India Narendra Modi di Istana Merdeka, Selasa (7/7). (Foto: Dok. Tim media presiden)
0 Komentar

INDONESIA dan India memperkuat kemitraan strategis di sektor pertahanan dengan menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama, termasuk kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari pertemuan bilateral Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Selain bidang pertahanan, kedua negara menyepakati total 16 kerja sama yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan nota kesepahaman di berbagai sektor.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Prabowo mengatakan Indonesia dan India juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, mulai dari terorisme hingga kejahatan lintas negara.

“Kedua negara juga sepakat meningkatkan kerja sama keamanan melalui Indonesia–India Security Dialogue ketiga,” kata Prabowo.

Menurutnya, dinamika keamanan global menuntut kedua negara memperdalam kemitraan, tidak hanya di sektor pertahanan konvensional, tetapi juga pada pengembangan teknologi baru, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta penguatan infrastruktur digital.

Di sektor pertahanan dan keamanan, terdapat tiga dokumen penting yang ditandatangani, yakni:

  • Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Keselamatan dan Keamanan Maritim.
  • Penandatanganan kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
  • Perjanjian kerja sama rudal udara ke udara antara Bharat Dynamics Limited dan Republikorp.

Penandatanganan kontrak BrahMos menjadi kelanjutan dari pembahasan yang telah berlangsung sejak 2025. Saat itu, Indonesia dikabarkan mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi rudal jelajah supersonik BrahMos yang dikembangkan melalui kerja sama India dan Rusia.

Berdasarkan laporan Reuters pada Januari 2025, sistem yang dibahas merupakan varian rudal jarak menengah berbasis pantai yang direncanakan memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia. Nilai kontraknya saat itu dilaporkan mencapai sekitar 3.800 crore atau sekitar Rp7,2 triliun.

Kerja sama tersebut menandai semakin eratnya hubungan strategis Indonesia dan India, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan, di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

0 Komentar