30 Tahun Kasus Eddy Tansil, Mengapa Negara Belum Menang Sepenuhnya?

Eddy Tansil (IST)
Eddy Tansil (IST)
0 Komentar

Koruptor kelahiran Makassar itu tidak membayar kewajiban kredit sehingga Bank of China menyeretnya ke jalur perdata. Pengadilan memenangkan bank, menyita aset, dan memutuskan agar segera dilakukan proses lelang pada putusan di bulan Juli 2003.

Namun, Eddy Tansil mengajukan banding dan meminta waktu untuk menyelesaikan masalah utang piutang.

Dengan memanfaatkan semua jenis metode ‘cerdik’, Eddy Tansil ingkar janji untuk menyetor 2-6 juta renminbi dan menyerahkan aset tanah 325 hektare (jika diuangkan senilai 30 juta renminbi selama 31 Oktober 2003 sampai 31 Desember 2004).

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Sengketa tersebut berlarut hingga Bank of China melimpahkan kasus Eddy Tansil kepada Great Wall Asset Management Co., Ltd.,– lembaga keuangan negara yang menangani aset-aset bermasalah dari kredit macet bank-bank komersial berpelat merah di Cina.

Akan tetapi, lebih dari empat tahun bersengketa, Eddy Tansil akhirnya menyerah. Pabrik birnya diakuisisi Fujian Xuejin Beer Co., Ltd., dan pabrik kacanya diambil alih oleh Great Wall dan berganti nama menjadi Fujian Great Wall Huacing Glass Co., Ltd.

0 Komentar