Guna membantu proses pelariannya, Eddy Tansil diketahui menyiapkan Mobil Suzuki Carry. Berhasilnya rencana Eddy Tansil kabur diduga juga berkat adanya kerja sama dengan para penjaga pintu di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang yang tak memeriksa mobil. Setidaknya ada 10 orang yang diproses hukum Polres Jakarta Timur atas kasus pelarian buron kakap tersebut.
Pemerintah Indonesia yang mengetahui peristiwa tersebut geram dan membentuk tim lewat Instruksi Presiden Soeharto. Perburuan terhadapnya dikembangkan dalam skala internasional dengan menggandeng Kroll Associates, perusahaan yang bermarkas di New York dan memiliki fokus menangani kejahatan penipuan.
Meski begitu, segala upaya perburuan yang dilakukan telah gagal total hingga hari ini.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Mengutip investigasi Tirto, detektif swasta yang dihubungi Steve Vickers selaku pemimpin Kroll Associates, James Filgo, mengatakan Eddy Tansil sangat mungkin kabur ke Singapura lewat Batam.
Eddy Tansil diduga dijemput sebuah perahu motor di daerah pantai utara Jakarta yang membawanya ke Batam. Keluarga Eddy Tansil dilaporkan juga sudah berada di Singapura beberapa hari sebelumnya.
Informasi perihal keberadaan Eddy Tansil menjadi sepi selama beberapa lama tahun dan kembali menyeruak pada tahun 2013 saat Jaksa Agung Basrief Arief menyebut buron tersebut terlacak di China.
Masih dilansir dari temuan Tirto, Eddy Tansil dikonfirmasi memang berada di China dan menjalani kehidupan normal-membantah narasi yang ketika itu berkembang dengan menyebutnya hidup secara sembunyi-sembunyi, memalsukan identitas dan berganti nama sebagaimana lazimnya seorang pelarian.
Informasi perihal Eddy Tansil atau Chen Zihuang (nama Tionghoanya) banyak ditemukan di mesin pencari khususnya Baidu, Shenma, dan Sogou yang merupakan produk lokal.
Saat berada di China, Eddy Tansil dilaporkan mengulangi perbuatannya lagi. Dengan menggunakan skema yang sama, kali ini, dia mengelabui Bank of China Limited.
Eddy Tansil dikabarkan menggunakan koneksinya dengan pejabat tinggi Cina untuk meminjam uang senilai 389,92 juta renminbi pada 2002.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
Dia menjaminkan aset tanah dan dua pabrik miliknya yakni pabrik bir Golden Spoon Brewery dan pabrik kaca Golden Spoon Glass di Putian, sebuah kota di sebelah timur Fujian tempat moyangnya berasal.
