PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) sebagai langkah strategis menekan biaya operasional sekaligus meringankan beban ongkos produksi para petani. Program ramah lingkungan ini menjadi salah satu pilar utama dalam akselerasi ketahanan pangan daerah melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa adopsi teknologi berbasis energi terbarukan ini terbukti sangat efektif dalam mendongkrak efisiensi di sektor pertanian. Selain membebaskan petani dari ketergantungan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, sistem pompa surya ini juga ramah lingkungan dan andal diandalkan.
“Ini akan kita kembangkan dan siapkan infrastrukturnya secara lebih luas. Pompa tenaga surya ini sangat efektif karena menghemat energi, bebas polusi, dan bisa menyala 24 jam,” ujar Luthfi saat meninjau instalasi PATS di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026).
Tekan Kebutuhan Solar hingga Separuhnya
Baca Juga:Pemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi KerakyatanKebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan Tewas
Dampak kehadiran teknologi irigasi ini langsung dirasakan secara nyata oleh para petani di lapangan. Di Pekalongan, misalnya, pengoperasian PATS berhasil memangkas separuh dari total kebutuhan solar harian yang biasanya harus dikeluarkan kelompok tani untuk mengairi puluhan hektare lahan persawahan.
Jika sebelumnya mesin pompa konvensional mengandalkan pasokan bahan bakar fosil yang memakan biaya besar, kini kebutuhan tersebut terpangkas drastis seiring beralihnya suplai daya utama ke panel surya sepanjang siang hari.
Sementara itu, di wilayah lain seperti Kabupaten Brebes, kombinasi pompa surya dan sumur bor juga menjadi jurus jitu mengatasi krisis air saat musim kemarau atau ketika intrusi air rob mengancam lahan pertanian. Dengan ketersediaan air yang stabil, para petani kini lebih leluasa mengatur masa tanam tanpa dihantui risiko gagal panen akibat kekeringan.
Perluasan Skala Nasional
Hingga saat ini, infrastruktur irigasi berbasis energi hijau tersebut telah berdiri di sejumlah titik strategis, meliputi Kabupaten Pekalongan, Brebes, hingga Cilacap, yang secara kolektif menopang puluhan hektare kawasan sentra pangan.
Melihat keberhasilan signifikan dalam menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas pasokan pangan, Pemprov Jateng berkomitmen untuk memperluas cakupan program pompa air tenaga surya ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai wujud nyata kemandirian ekonomi petani.
