Bayang-Bayang Teheran dan Beijing di Balik Ekspansi Kilat Houthi di Laut Merah

Kelompok Houthi (EPA-Yonhap)
Kelompok Houthi (EPA-Yonhap)
0 Komentar

DALAM hitungan minggu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Teheran melesat ke jantung konflik Timur Tengah. Kelompok militan ini meningkatkan serangan di Laut Merah, memperluas jejak mereka di sepanjang pantai Yaman, dan menegaskan kendali atas Selat Bab al-Mandab, koridor krusial bagi energi global.

Ekspansi ini menandai transformasi Houthi menjadi pemain kunci dalam perang yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Berikut tinjauan mengenai kemampuan Houthi memperbesar lingkup pengaruhnya melalui persenjataan dan taktik yang mereka gunakan.

Serangan Kilat dan Kendali Wilayah

Dengan kekuatan yang diperkirakan mencapai 350.000 pejuang, Houthi keluar dari wilayah yang mereka kuasai selama lebih dari satu dekade di Yaman barat.

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Dalam serangan kilat, militan Houthi merebut pulau-pulau di Laut Merah dan memperluas dominasi mereka di daratan, termasuk kota pelabuhan Mokha.

Persiapan serangan ini dilakukan selama berbulan-bulan. Pada pertengahan Agustus, mereka memindahkan senjata dan ribuan tentara ke posisi di sekitar Mokha, mengancam jalur pasokan lawan.

Selain kekuatan fisik, mereka memanfaatkan kendali atas sistem telekomunikasi Yaman untuk menyadap panggilan musuh, menyebarkan kebingungan, dan mengintimidasi rival agar menyerah.

Kekuatan Asimetris di Laut

Meskipun tidak memiliki angkatan laut tradisional, Houthi mengoperasikan kekuatan maritim asimetris yang sangat mengganggu di sepanjang garis pantai Yaman. Mereka mengandalkan:

  • Rudal berbasis darat rancangan Iran.
  • Drone peledak dan drone boat.
  • Ranjau laut.
  • Kapal serbu cepat bersenjata.

Persenjataan ini memungkinkan mereka mengancam wilayah sejauh lebih dari 1.500 mil, menjangkau jauh ke dalam Arab Saudi hingga Israel.

Dukungan Teknologi Iran

Gudang senjata Houthi sangat bergantung pada teknologi dan komponen Iran. Sejak sekitar tahun 2015, Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mulai mengirimkan komponen untuk merakit rudal dan drone rancangan Iran. Teheran juga mengirimkan pelatih untuk mengajarkan cara membangun senjata tersebut secara mandiri.

Beberapa senjata utama dalam arsenal mereka meliputi:

  • Drone Waid: Versi lokal dari drone Shahed Iran yang sering digunakan untuk serangan bunuh diri.
  • Drone Samad: Sistem yang lebih canggih untuk menyerang target di Arab Saudi, Emirat Arab, dan Israel.
  • Rudal Sayyad: Rudal balistik anti-kapal pertama yang dikerahkan oleh aktor non-negara, mampu mengunci kapal menggunakan refleksi radar.
0 Komentar