Ia juga disebut memiliki peran besar dalam penanganan demonstrasi besar yang mengguncang Iran pada 2009 dan 2017–2018.
Namun, kontribusi terpenting Jafari, menurut artikel tersebut, adalah pembentukan apa yang disebut sebagai “lingkaran tengah” (middle ring), yaitu jaringan sosial-ideologis yang bertujuan mengorganisasi dan memobilisasi generasi muda pendukung rezim melalui ribuan kelompok kecil yang tersebar di berbagai lingkungan masyarakat.
Jaringan ini disebut memiliki jutaan anggota dan tidak hanya berfungsi sebagai alat mobilisasi ideologi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memengaruhi pemilu serta membentuk opini dan suasana politik domestik.
Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag
Karena itu, jaringan tersebut dipandang sebagai salah satu sumber kekuatan paling penting dalam sistem politik Iran saat ini.
Berdasarkan berbagai kebocoran informasi dan analisis yang dikutip dalam artikel, jaringan itu diduga pernah memainkan peran dalam mendukung kandidat tertentu sekaligus menyingkirkan kandidat lainnya dalam berbagai pemilihan umum.
Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan dalam cara kekuasaan dijalankan di Iran, dari ketergantungan pada lembaga-lembaga formal menuju pemanfaatan jaringan sosial dan organisasi akar rumput yang lebih dalam serta lebih sulit terdeteksi.
Antara Vahidi dan Jafari
Dalam konteks tersebut, artikel The Telegraph menilai bahwa sebuah aliansi tidak resmi mulai terbentuk antara Ahmad Vahidi dan Mohammad Ali Jafari.
Aliansi ini didasarkan pada pertukaran kepentingan politik dan strategis. Vahidi membutuhkan pengalaman serta jaringan luas Jafari untuk memperkuat dukungannya di dalam Garda Revolusi dan di kalangan generasi muda ideologis.
Sebaliknya, Jafari memperoleh keuntungan dari posisi Vahidi saat ini untuk memperluas pengaruhnya dan melemahkan para pesaing politiknya, terutama Mohammad Bagher Ghalibaf.
Artikel itu menggambarkan Ghalibaf sebagai simbol kelompok pragmatis dalam sistem politik Iran.
Baca Juga:Kemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi DenmarkLuhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RI
Namun pada saat yang sama, ia disebut dibayangi berbagai tuduhan korupsi dan kontroversi yang melibatkan keluarganya, yang telah merusak citranya di mata generasi muda Garda Revolusi yang lebih ideologis dan konservatif.
Pada akhirnya, artikel tersebut menyimpulkan bahwa kedekatan antara Vahidi dan Jafari bukan sekadar hubungan personal, melainkan cerminan dari proses restrukturisasi yang lebih luas di dalam Garda Revolusi.
