Trump Desak Negara Arab Akui Israel saat Iran Dinilai Unggul di Negosiasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Tangkapan layar)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Tangkapan layar)
0 Komentar

PENGGUNAAN Kesepakatan Abraham oleh Presiden Donald Trump sebagai bagian dari ‘barter’ pembicaraan dengan Iran menggarisbawahi bagaimana Teheran semakin unggul dari AS di meja perundingan. Trump dinilai mencoba mengalihkan perhatian dari masalah utama negosiasi.

Demikian para pejabat AS dan Arab, baik yang masih menjabat maupun sudah pensiun, kepada Middle East Eye.

“Trump tahu bahwa ia mendapatkan kesepakatan yang melemahkan setiap tujuan perang yang ia dukung setelah 28 Februari. Jadi, ia mencoba menciptakan kesepakatan yang lebih besar,” kata Aaron David Miller, mantan negosiator Timur Tengah, kepada Middle East Eye.

Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag

“Ini adalah taktik khas Trump,” tambah Miller, yang sekarang menjadi peneliti senior di Carnegie Endowment for International Peace.

Kesepakatan yang sedang dibahas akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Dalam butir negosiasi juga disebutkan sebagai imbalan atas pencabutan sanksi penjualan minyak, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz, lokasi sama AS juga menerapkan blokade terhadap Teheran.

Kesepakatan tersebut tidak membahas persenjataan rudal balistik Iran, yang menurut laporan The New York Times berada pada 70 persen dari tingkat sebelum perang.

Seorang mantan pejabat senior AS mengatakan kepada MEEbahwa Trump tampaknya mengharapkan kompensasi dari negara-negara Teluk untuk mengakhiri perang di Iran.

“Pendekatan Trump terhadap Kesepakatan Abraham didasarkan pada kesan yang salah bahwa negara-negara yang ia jerat ke dalam perang yang menyebabkan pengeboman kota-kota dan infrastruktur penting mereka berutang budi kepadanya untuk mengakhiri perang,” kata mantan pejabat senior AS itu kepada MEE.

Trump memberikan alasan yang beragam untuk keputusannya melancarkan perang terhadap Iran, bersama Israel, pada bulan Februari. Terkada ia mengatakan bahw serangan ini untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Dia juga mengatakan bahwa AS bertujuan untuk menghancurkan kemampuan militer konvensional Iran, dan di lain waktu, dia juga mengisyaratkan bahwa perubahan rezim adalah tujuan utamanya.

Baca Juga:Kemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi DenmarkLuhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RI

Dalam unggahan media sosial terpisah pada Senin, Trump mengatakan uranium yang diperkaya Iran akan diserahkan kepada AS dan dihancurkan atau dibongkar dalam koordinasi dengan Iran di “lokasi yang dapat diterima”.

0 Komentar