Pernyataan terakhir ditafsirkan oleh beberapa pengamat sebagai konsesi AS dengan China atau Rusia. Dua negara itu punya kedekatan dengan Iran.
Pengakuan terhadap Israel
Menariknya, Trump baru-baru ini menyerukan beberapa negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk menormalisasi hubungan, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan.
Permintaannya datang tak lama setelah ia berbicara dengan para pemimpin negara-negara tersebut, dan kemudian dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam panggilan terpisah.
Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag
Perang AS-Israel terhadap Iran telah mengguncang para penguasa monarki Teluk Arab, yang bergantung pada AS untuk keamanan mereka.
UEA, Arab Saudi, dan Qatar melobi AS untuk tidak menyerang Iran. Ketiga negara itu menanggung beban pembalasan Teheran terhadap AS, dengan ribuan rudal dan drone Iran menghantam kota-kota mereka, infrastruktur energi, dan pangkalan militer Amerika di negara-negara tersebut.
Negara-negara Teluk umumnya menanggapi perang tersebut dengan memberikan AS akses yang lebih besar ke pangkalan mereka dan izin penerbangan lintas wilayah. Beberapa, seperti Arab Saudi dan UEA, bahkan ikut serta dalam serangan terhadap Iran. Demikian menurut Reuters.
Namun semuanya memiliki rasa frustrasi yang sama terhadap Washington. Abu Dhabi terkadang menyerukan respons yang lebih agresif, sementara Arab Saudi dan Qatar menganjurkan mediasi.
Mantan pejabat AS dan analis Teluk di seluruh wilayah mengatakan perang tersebut telah memicu diskusi mendalam tentang apakah negara-negara Teluk dapat bergantung pada jaminan keamanan AS, tetapi Trump tampaknya kebal terhadap kekhawatiran tersebut.
“Putra Mahkota Mohammed bin Salman tidak berpikir ini akan terjadi…dia tidak berpikir dia akan menjilat saya…dia pikir itu hanya akan menjadi presiden Amerika lain yang kalah…tetapi sekarang dia harus bersikap baik kepada saya,” kata Trump pada awal perang.
Seorang diplomat Arab mengatakan kepada MEE bahwa Trump mungkin telah mengangkat Perjanjian Abraham sebagai konsesi kepada Netanyahu, yang menurut para analis menentang pengakhiran perang terhadap Iran.
Baca Juga:Kemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi DenmarkLuhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RI
“Israel diperkirakan akan mengadakan pemilihan umum pada musim gugur, dan mengakhiri perang dengan memperluas Perjanjian Abraham dapat membantunya di kotak suara,” kata pejabat Arab tersebut.
