Sederet Fakta Dugaan Pembunuhan Mozza Axilla Gunarsa

Sederet Fakta Dugaan Pembunuhan Mozza Axilla Gunarsa
Tersangka MVDA meringkuk di pojok tahanan setelah ditangkap dan menjalani pemeriksaan.(Dok Polrestabes Semarang)
0 Komentar

Penangkapan tersangka

Percakapan di media sosial menunjukkan adanya komunikasi antara Mozza dan pria yang kemudian diketahui berinisial MDVA. Polisi menelusuri keberadaan pria ini hingga sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Dari keterangan pemilik dan sejumlah penghuni kos, polisi lantas memperoleh identitas terduga pelaku.

Polisi menyebut hubungan Mozza dengan tersangka bermula melalui TikTok sekitar Mei 2025. Keduanya bertukar kontak dan menurut pengakuan tersangka saling menjalin hubungan.

Mozza juga disebut beberapa kali datang ke tempat kos tersangka selama Mei hingga Juni 2025. Hubungan ini, menurut keterangan polisi, tidak diketahui oleh orang tua Mozza.

Baca Juga:Moskow Bantah Keras Isu Wabah Pes Tewaskan Teknisi Lab Siberia, Amerika Serikat Ikut PantauTerungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan Ijazah

Polisi menyebut tersangka mengaku emosi setelah melihat percakapan Mozza dengan laki-laki lain di ponsel korban.

Perselisihan terjadi di kamar kos tersangka pada 25 Juni 2025 siang. Menurut pengakuan tersangka yang masih didalami penyidik, korban sempat memukulnya sebelum tersangka kemudian membunuh korban.

Mozza diduga meninggal setelah dibekap tersangka

Setelah membekap korban, tersangka mengaku mendapati Mozza sudah lemas dan tidak bergerak. Ia kemudian merasa panik. Setelah mengetahui korban dalam kondisi tidak bergerak, tersangka diduga menyiapkan tali rafia, kardus, kain atau sarung, serta karung.

Tubuh Mozza kemudian dibungkus dan dimasukkan ke dalam karung sebelum dibawa keluar dari kos menggunakan sepeda motor.

Jasad Mozza dibuang di jurang dekat ruas Tol Semarang-Solo

Berdasarkan keterangan polisi, tersangka keluar dari kos lebih dari sekali usai membunuh. Selain membeli makanan dan perlengkapan seperti tali rafia, ia juga disebut sempat berkeliling untuk mencari lokasi pembuangan.

Setelah menemukan lokasi yang dianggap sesuai, tersangka kembali ke kos dan membawa jasad korban menuju tempat tersebut. Lokasi yang kemudian ditunjukkan tersangka berada di kawasan jurang atau tebing dekat ruas Tol Semarang-Solo wilayah Jangli, Tembalang, Kota Semarang.

Kerangka ditemukan setelah tersangka ditangkap di Blora

Polisi menangkap tersangka di Kabupaten Blora setelah melakukan penyelidikan terhadap identitasnya. Tersangka kemudian disebut menunjukkan lokasi tempat ia membuang jasad Mozza.

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Jasad korban berada di area yang sulit dijangkau sehingga baru ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Hal ini tidak mengherankan karena kasus tersebut terungkap lebih dari setahun usai kejadian. Dari lokasi tersebut polisi mengevakuasi kerangka manusia yang kemudian dikaitkan dengan korban yang selama ini dilaporkan hilang.

0 Komentar