129 Korban Kapal Virgo Transport 8 yang Terbalik di Laut Jawa Belum Ditemukan

Kru Kapal tanker MT Mauhau milik Pertamina Patra Niaga menyerahkan korban MV Virgo Transport 8 kepada Basarnas
Kru Kapal tanker MT Mauhau milik Pertamina Patra Niaga menyerahkan korban MV Virgo Transport 8 kepada Basarnas. (Sumber : Dok. Pertamina)
0 Komentar

BASARNAS melaporkan sebanyak 129 korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa masih belum ditemukan hingga hari keempat operasi pencarian atau pada Rabu (16/9).

“Hari ini hari keempat, kita belum mendapatkan korban yang baru untuk bisa kita evakuasi,” kata Kepala Basarna Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers, Rabu malam.

Syafii menyebut pada operasi pencarian hari ini pihaknya baru menemukan atribut atau barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun kapal. Namun, ia tak membeberkan lebih lanjut ihwal barang apa saja yang ditemukan.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

“Jadi beberapa part, atribut ataupun ada barang-barang yang ditemukan di laut, ini juga telah diambil oleh tim eh SAR laut yang melaksanakan pencarian hari ini,” ucap dia.

Syafii mengamini pihaknya menghadapi sejumlah kendala dalam operasi pencarian ini. Salah satunya kendala untuk melakukan pencarian bawah laut atau underwater.

Kata dia, pada hari tim penyelam sudah diterjunkan untuk melakukan pencarian bawah laut. Namun, kondisi alam membuat pencarian oleh para penyelam gagal dilakukan.

“Saya sampaikan bahwa kecepatan arus di lokasi mencapai di atas 6 knot, bahkan mendekati 7 knot. Sementara sesuai ketentuan bahwa eh penyelaman itu direkomendasikan dengan catatan eh kecepatan arus below 1.5 knots, jadi itu,” tutur dia.

“Sehingga pada saat teman-teman ini begitu turunkan segera ditarik kembali, karena memang faktor safety harus dipenuhi, itu,” sambungnya.

Siapkan metode salvage

Basarnas berencana melakukan salvage dengan membalikkan badan KM Virgo Transport 8 untuk mempermudah proses pencarian terhadap korban. Sebagai informasi, salvage adalah pekerjaan untuk menolong kapal atau muatannya yang mengalami kecelakaan atau bahaya di perairan.

Syafii mengatakan salvage bakal dilakukan jika rencana pencarian bawah laut atau underwater tak kunjung bisa dilaksanakan akibat kendala cuaca.

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

“Apabila pencarian underwater belum bisa kita lakukan akibat cuaca, kita merencanakan untuk salvage. Yaitu kita ingin membalikkan kondisi kapal ini dan akan kita laksanakan pencarian di dalam eh kapal tersebut dan kita akan evakuasi,” kata Syafii.

“Baru setelah diyakinkan proses SAR ini selesai baru kapal ini akan kita tarik untuk kepentingan investigasi,” sambungnya.

0 Komentar