KELOMPOK gerakan Ansarallah dari Yaman, dikenal sebagai Houthi, dilansir Sputnik, Selasa (15/9/2026), menyatakan pihaknya tidak menimbulkan ancaman apa pun terhadap kota suci Makkah maupun situs-situs suci Islam lainnya di Arab Saudi.
Sebelumnya, pada hari itu, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara pertama kalinya untuk wilayah Makkah, lokasi banyaknya situs suci umat Islam.
“Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya,” kata sumber militer seperti dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Sumber tersebut mengecam peringatan tersebut sebagai rekayasa, tipu daya, dan disinformasi yang disebarluaskan Arab Saudi. Kantor berita Anadolu melansir Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat pada Selasa terkait potensi bahaya di Jeddah, Makkah, dan Taif, yang terletak di wilayah barat negara itu.
Kerajaan tersebut juga mengimbau warga untuk mencari tempat berlindung dan mengikuti petunjuk keselamatan resmi. Peringatan tersebut disampaikan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat, menurut Pertahanan Sipil Arab Saudi. Pihak otoritas Arab Saudi tidak menjelaskan jenis potensi bahaya yang dimaksud.
Warga diminta tetap tenang dan segera menuju tempat aman terdekat, terutama di dalam gedung atau ruangan bagian dalam yang jauh dari jendela, serta tetap berada di tempat yang aman hingga bahaya berlalu.
Pada Rabu, Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras serangan yang dilakukan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Kota Makkah dan wilayah Madinah. OKI juga mengecam agresi berkelanjutan yang dilakukan Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi.
OKI menyatakan serangan-serangan tersebut menimbulkan ketakutan di kalangan warga sipil yang tak berdosa, melanggar kesucian tempat-tempat suci dan masjid, serta memancing sentimen umat Islam di seluruh dunia. OKI juga menegaskan tindakan yang dilakukan kelompok Houthi terhadap tempat-tempat suci, masjid, dan infrastruktur sipil merupakan aksi terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam serta norma, prinsip, dan hukum internasional.
Pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan ditoleransi. Oleh karena itu, para pelaku harus mendapat tindakan tegas dan upaya untuk mencegah pihak mana pun yang berani melanggar kesucian tempat-tempat tersebut harus diperkuat.
