Puspom TNI AU Tegaskan Kematian Serda Ahmad Muzammil Bukan karena Salah Beli Mi, 4 Senior Ditetapkan Tersangka

Komandan Puspomau Marsekal Muda TNI Daan Sulfi jumpa pers terkait penganiayaan Serda Ahmad
Komandan Puspomau Marsekal Muda TNI Daan Sulfi jumpa pers terkait penganiayaan Serda Ahmad
0 Komentar

Prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa meninggal dunia usai dianiaya senior. Menurut Puspom TNI AU, penganiayaan tersebut tidak berkaitan dengan kabar Serda Ahmad salah membeli mi instan.

“Terkait opini di masyarakat mengenai sekarang yang ramai itu sebutan masalah mi godog dan mi goreng, sama sekali tidak ada korelasinya dengan yang kami sidik saat ini, dan tidak ada hubungannya sama sekali,” kata Danpuspomau Marsekal Muda Daan Sulfi dalam jumpa pers di Kantor Puspom TNI AU, Jakarta Timur, Rabu (16/9/2026).

Daan Sulfi menjelaskan ada empat tersangka dalam kasus ini, diantaranya Serda MTS, Serda MAD, Serda JM, dan Serda AH. Kemudian ada tiga korban yang dirundung hingga dianiaya, diantaranya Serda Ahmad, Serda ZN dan Serda RP.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

Kasus ini bermula pada Selasa (8/9) saat Serda MTS menelepon Serda RP yang merupakan juniornya untuk meminta bantuan. Namun di tengah percakapan, secara tiba-tiba Serda RP menutup telepon Serda MTS. Merasa kesal, Serda MTS mengumpulkan junior pada Rabu (9/9) malam.

“Sehingga yang senior itu merasa jengkel, tersinggung, dan marah atas kejadian itu. Maka pada hari Rabunya, dilaksanakan mengumpulkan dari juniornya itu,” ujar Daan Sulfi.

Serda MTS lalu menyuruh Serda RP push up hingga sit up. Tak lama, Serda JM, Serda MAD dan Serda AH datang bergabung.

“Dilaksanakan pada hari Rabu jam 21.10. Dilaksanakan di belakang Mess Galaksi. Kemudian Serda RP langsung diberikan tindakan berupa push up dan sit up sebanyak 100 kali oleh Serda MTS,” jelas Daan Sulfi.

Daan Sulfi mengatakan Serda JM lalu memukul Serda Ahmad menggunakan tangan kosong ke bagian dada sebanyak 3 kali. Pemukulan itu, kata Daan Sulfi, didasari karena Serda Ahmad merupakan yang paling senior di antara 3 korban.

“Dan pada pukul 23.05, Serda JM mulai melakukan pemukulan kepada korban almarhum Serda Ahmad Muzammil Farisa. Sebenarnya hanya sebanyak tiga kali itu ya, dengan tangan kosong, dengan posisi tangannya itu adalah terkepal dan dipukulkan ke dada korban,” ungkapnya.

“Yang namanya Serda JM itu inisiatif dia. Inisiatif untuk memberikan santiadji-lah, mengasih tahu bahwa karena almarhum (Serda Ahmad) ini paling senior di antara tiga orang itu. Jadi, intinya bahwa kamu harus ngasih tahu ke adik-adikmu, itu adalah tanggung jawab adik-adikmu,” lanjutnya.

0 Komentar