TUGBOAT TB MT20 1301 tenggelam di perairan sekitar 15 mil laut sebelah barat Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (13/9/2026).
Delapan anak buah kapal (ABK) yang berada di dalam tugboat sempat dinyatakan hilang. Namun, dua hari kemudian, Selasa (15/9/2026), seluruh ABK tersebut akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, Satpolairud Polres Gresik, KUPP Bawean, Kamladu, serta nelayan setempat langsung melakukan pencarian ketika mengetahui kabar mengenai insiden tersebut.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Setelah sempat terombang-ambing, Basarnas Surabaya mendapat informasi bahwa kedelapan ABK telah dievakuasi oleh SPOB BRM 400. Namun, Basarnas Surabaya tetap berkoordinasi dengan Kantor SAR Semarang untuk memastikan seluruh ABK dapat dievakuasi dengan aman setibanya kapal di Pelabuhan Semarang.
Kronologi Tugboat Tenggelam di Bawean Gresik
Tugboat TB MT20 1301 milik PT Dharmalancar Sejahtera sebelumnya berlayar dari Rembang, Jawa Tengah, menuju Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Dalam pelayaran tersebut, tugboat menarik tongkang M80 1301. Namun, perjalanan kapal tersebut berakhir setelah TB MT20 1301 tenggelam di perairan sekitar 15 nautical mile (NM) sebelah barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, pada Minggu (13/9/2026) sore.
Berdasarkan laporan sementara, kapal diduga tenggelam setelah dihantam gelombang besar ketika kondisi cuaca di perairan Bawean sedang buruk. Prakiraan BMKG Bawean dan Tanjung Perak mencatat tinggi gelombang di perairan tersebut mencapai sekitar 1,5 hingga 2,5 meter.
Saat tugboat mulai tenggelam, delapan anak buah kapal (ABK) yang berada di dalamnya berupaya menyelamatkan diri dengan naik ke atas tongkang M80 1301 yang ditarik TB MT20 1301.
Kedelapan ABK tersebut kemudian bertahan di atas tongkang yang masih mengapung. Mereka sempat ditemukan oleh sebuah kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Kapal tersebut memberikan makanan kepada para ABK, tetapi tidak dapat membawa kedelapan orang tersebut maupun menarik tongkang ke tempat aman.
Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?
Situasi kemudian semakin sulit karena jangkar tongkang M80 1301 putus sehingga tongkang hanyut di perairan Bawean bersama delapan ABK yang masih berada di atasnya.
Setelah menerima laporan mengenai tenggelamnya TB MT20 1301, petugas gabungan dari Satpolairud Polres Gresik, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean, Kamladu, dan Basarnas melakukan pencarian terhadap para ABK. Sejumlah nelayan di sekitar perairan Bawean juga ikut membantu pencarian.
