Usia KMP Virgo Transport 8 yang Terbalik Tenggelam di Laut Jawa 39 Tahun, Ini Kata Manajemen

Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (dok.Basarnas)
Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (dok.Basarnas)
0 Komentar

MANAJEMEN Virgo Karya Shipping (VKS) menjelaskan soal usia KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang terbalik dan tenggelam di Laut Jawa. Kapal yang membawa 243 orang diketahui berusia 39 tahun.

GM PT Virgo, Yoel Rihi menegaskan, usia transportasi tidak sama dengan manusia. Sebab terdapat asumsi bahwa salah satu yang membuat kapal terbalik adalah usia.

“Ini sebenarnya mau saya luruskan. Kapal ini jangan kita perlakukan itu seperti manusia atau barang-barang organik, makin tua itu makin jelek,” kata Yoel kepada wartawan di kantor VKS Jalan Perak Barat 215 A, Surabaya, Senin (14/9/2026).

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

Ia menjelaskan, untuk kapal, mesin dapat di-rebuild, di-tuning up lagi, hingga bisa diganti. Bahkan disebut dilakukan sesuai dengan aturan.

“Plat yang tipis pun bisa di-double. Kita enggak mungkin berani melayarkan kapal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan,” jelasnya.

“Tentu banyak penyesuaian yang perlu dilakukan. Itu udah kita lakukan, sudah sesuai standar, maka kita bisa putuskan kapal itu siap berlayar,” tambahnya.

Untuk kondisi fisik kapal, Yoel memastikan layak berlayar. Termasuk surat-surat, baik SPB hingga kelaiklautan kapal.

“Informasi docking, terakhir itu kita lakukan di bulan Februari tahun ini, 2026. Full. Pasti harus. Karena biar memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Mengenai mekanisme penanganan darurat saat insiden terjadi, termasuk aktivasi alarm keselamatan dan penurunan sekoci di kapal. Pihaknya mengaku masih mengumpulkan informasi resmi dari para kru kapal.

“Untuk mekanisme ini, kita masih belum dapat data aslinya. Karena untuk memberikan keterangan, kru kan harus ditanya dulu. Nah, untuk ini mungkin nanti bisa dijawabnya nanti oleh Basarnas. Kalau kami masih dapat data simpang siur, belum bisa memastikan. Tapi langkah baiknya untuk kepastian ini kita diskusikan dengan Basarnas saja,” urainya.

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

Selain itu, Yoel menekankan, fokus utama manajemen saat ini adalah memulihkan kondisi para kru kapal yang dievakuasi sebelum dimintai keterangan secara rinci.

“Soalnya saya juga pasti nunggu data dari mereka. Dan emang dari kru pun kita enggak akan pasti langsung nanya, ‘Gimana? Ada apa? Kejadian apa?’ Karena kita fokusin mereka istirahat dulu, dirawat dulu sampai mereka sehat dan selamat,” pungkasnya.

0 Komentar