HELIKOPTER Polri mengevakuasi satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang berada sekitar 30 nautical mile (NM) dari daratan, Senin (14/9/2026). Jenazah dievakuasi dari kapal tongkang yang ditarik Tugboat TCP menuju Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.
Dalam prosesnya, saat tiba di lokasi kapal tongkang, tim melaksanakan hoist menggunakan basket life untuk mengangkat jenazah.
“Ketika posisi korban masih berada puluhan mil laut dari daratan, dukungan udara menjadi sangat penting untuk mempercepat proses evakuasi. Polri mengerahkan helikopter untuk menjangkau lokasi dan membawa korban menuju daratan agar dapat segera mendapatkan penanganan serta proses identifikasi. Bersama seluruh unsur SAR, Polri akan terus mengoptimalkan setiap sumber daya yang dimiliki untuk kemanusiaan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Dia menjelaskan, helikopter berangkat dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin menuju lokasi operasi yang sebelumnya berjarak sekitar 80 NM dari Banjarmasin, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi angin dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 25–35 knots.
Isir mengatakan, misi ini dipimpin Kombes Herli sebagai Kapten Pilot, bersama tim penerbang dan rescue/hoist operator. Jenazah selanjutnya diserahkan untuk penanganan lebih lanjut serta proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin.
Isir mengatakan, sejak Minggu (13/9/2026), Polri telah mengerahkan berbagai kekuatan untuk mendukung operasi SAR, termasuk 3 Kapal Polisi, yaitu KP Laksmana-7012, KP Ibis-6001, dan KP Manyar-5003. Dukungan personel dari unsur Polri antara lain 9 personel Ditpolairud Polda Jatim serta 18 personel yang terdiri dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, tim kesehatan, dan Biddokkes/DVI Polda Jatim.
Menurut Isir, operasi gabungan juga diperkuat 20 personel Basarnas dan 10 personel KSOP, serta unsur TNI AL, Polairud Polda Kalsel, Pelindo, SROP Navigasi, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, dan unsur terkait lainnya. Sarana laut yang dikerahkan meliputi KN Laksamana, KNP 382, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, dan KM Cahaya Bahati Jaya. Dukungan udara turut diperkuat 1 helikopter Polri dan 1 helikopter Basarnas Surabaya.
