PRESIDEN Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan (Menkeu) dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara sebagai penggantinya, Senin (14/9/2026). Hal ini menjadi sorotan sejumlah media asing.
Nikkei Asia dalam laporan berjudul “Indonesia’s president replaces finance minister with deputy, official says” menggambarkan bagaimana Suahasil tiba di Istana Negara bersama sejumlah pejabat senior untuk mengikuti prosesi pelantikan Senin siang. Pada saat yang sama, Purbaya sendiri meninggalkan rapat dengar pendapat dengan parlemen sebelum agenda tersebut selesai.
“Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah memecat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk wakilnya Suahasil Nazara sebagai penggantinya, kata kantor kepresidenan pada hari Senin,” tulis laman itu.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
“Suahasil Nazara, wakil menteri keuangan sejak 2019, termasuk di antara pejabat senior yang tiba di istana negara untuk upacara pelantikan, sementara Purbaya, 61 tahun, sebelumnya terlihat keluar di tengah sidang parlemen,” tegasnya.
Dikatakan pula bagaimana pencopotan Purbaya terjadi hanya beberapa hari menuju satu tahun ia menjabat. Disebut bagaimana Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada bulan September tahun lalu ketika Prabowo mengupayakan kebijakan pro-pertumbuhan yang agresif dibandingkan dengan kehati-hatian fiskal.
“Dia tidak segera menanggapi permintaan komentar,” muat laman itu lagi merujuk konfirmasi Purbaya.
“Masa jabatan Purbaya ditandai dengan sejumlah guncangan ekonomi, termasuk anjloknya mata uang rupiah dan defisit fiskal yang membengkak. Kebijakannya untuk menyuntikkan likuiditas cepat ke bank-bank untuk memacu pertumbuhan juga menciptakan perselisihan dengan bank sentral,” tambahnya.
“Dua lembaga pemeringkat menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia dari positif menjadi negatif tahun ini, dengan alasan ketidakpastian kebijakan dan rencana belanja fiskal, sehingga melemahkan sentimen terhadap perekonomian G20 yang bernilai US$1,4 triliun,” muat Reuters.
“Kontroversi terbaru seputar Purbaya adalah pengumuman mendadak bahwa dana kekayaan negara Danantara Indonesia akan mentransfer 120 triliun rupiah keuntungannya kepada pemerintah untuk membantu memenuhi target defisit fiskal tahun ini. Ketua Danantara kemudian mengatakan rencana tersebut tidak dibicarakan,” tulisnya lagi.
Hal sama juga dibuat laman Singapura, The Business Times. Di artikel berjudul “Indonesia sacks finance minister Purbaya, replaces him with deputy Suahasil”, dijelaskan bagaimana Purbaya diganti seorang teknokrat berusia 55 tahun.
