Profil Pulau Sertung Titik Krusial Operasi Pencarian Rombongan Wartawan yang Hilang

Erupsi gunungapi Anak Krakatau terpantau dari CCTV Pulau Sertung, Jumat 4 Februari 2022. (Dok. BNPB)
Erupsi gunungapi Anak Krakatau terpantau dari CCTV Pulau Sertung, Jumat 4 Februari 2022. (Dok. BNPB)
0 Komentar

Laboratorium Alam Tanpa Penghuni

Sertung juga dikenal sebagai pulau tidak berpenghuni yang memiliki nilai penting bagi penelitian. Pulau ini dapat menjadi laboratorium alam untuk mempelajari proses geologi, ekologi, botani, serta suksesi vegetasi setelah gangguan vulkanik.

Vegetasi yang tumbuh di Sertung berkembang secara alami dalam lingkungan yang secara berkala mendapat tambahan material vulkanik dari Anak Krakatau.

Citra Satelit Ungkap Perubahan Wajah Pulau Sertung

Perubahan terbaru pada Sertung terlihat jelas melalui citra satelit Sentinel-2. Dalam citra 8 Agustus, sebagian besar permukaan Sertung masih memperlihatkan rona hijau yang menunjukkan keberadaan vegetasi.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

Namun, citra 8 September memperlihatkan perubahan mencolok setelah rangkaian erupsi intensif Anak Krakatau pada 4-6 September. Rona hijau di sebagian besar wilayah Sertung hampir menghilang dan berubah menjadi abu-abu hingga kecokelatan.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa erupsi tidak hanya menghasilkan kolom abu dan lontaran material yang terlihat dari sekitar gunung, tetapi juga meninggalkan jejak yang luas pada permukaan pulau di sekitarnya.

Analisis citra menunjukkan sekitar 725 hektare kawasan yang sebelumnya terdeteksi sebagai vegetasi mengalami penurunan nilai NDVI, atau sekitar 98,5 persen dari area yang sebelumnya teridentifikasi sebagai vegetasi.

Abu vulkanik yang menempel pada daun dapat menghilangkan pantulan khas vegetasi, sedangkan jatuhan material dapat merusak tajuk, mematahkan cabang, menimbun tumbuhan, atau mengubah kondisi permukaan.

Permukaan Sertung Makin Kering karena Dampak Erupsi

Perubahan karakter permukaan Sertung juga terlihat melalui analisis kanal shortwave infrared (SWIR). Kanal ini dapat membantu mengidentifikasi kandungan air pada vegetasi sekaligus membedakan vegetasi dari material permukaan yang lebih kering.

Setelah erupsi, karakter Sertung menunjukkan pergeseran menuju kondisi yang lebih kering dan minim vegetasi. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa permukaan pulau mengalami gangguan besar akibat material vulkanik yang jatuh dan menutupi sebagian kawasan vegetasi.

Dampak erupsi terhadap Sertung juga menarik jika dibandingkan dengan pulau-pulau lain di sekitar Anak Krakatau. Pulau Panjang yang berada di sisi timur masih memperlihatkan sinyal vegetasi yang relatif kuat dalam citra 8 September.

Baca Juga:Apa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka Suara

Pulau Rakata di sebelah selatan memang menunjukkan perubahan, tetapi tidak sekuat yang terlihat di Sertung. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa material erupsi tidak selalu tersebar secara merata ke seluruh arah.

0 Komentar