DUNIA hari ini, Jumat (11/9/2026), kembali mengenang salah satu babak paling kelam dalam sejarah umat manusia. Tepat 25 tahun lalu pada tanggal yang sama, lembaran sejarah global dirobek secara paksa oleh gelombang serangan terorisme paling terkoordinasi dan mematikan yang pernah mengguncang jantung Amerika Serikat.
Tragedi yang menewaskan total 2.977 jiwa dari 93 negara ini menyisakan trauma abadi yang tak lekang oleh zaman.
Kronologi Mencekam Pagi Kelabu 11 September 2001
Hari bermula layaknya rutinitas biasa di kota New York yang sedang sibuk menggelar pemungutan suara walikota. Namun, di balik langit pagi yang cerah, maut tengah mengintai dari kokpit empat pesawat komersial yang lepas landas dari berbagai bandara di pesisir timur AS.
Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan
Sebanyak 19 teroris jaringan Al-Qaeda yang dipimpin oleh Mohamed Atta menyusup dan mengambil alih kendali pesawat secara brutal. Mengandalkan celah keamanan bandara era tersebut yang masih melonggarkan kepemilikan pisau kecil, para pembajak melumpuhkan awak kabin dan mematikan perangkat transponder komunikasi.
- Pukul 08.46 WIB (Waktu Setempat): American Airlines Penerbangan 11 menghujam telak lantai 93 hingga 99 Menara Utara kompleks World Trade Center (WTC), memicu ledakan dasyat dan lautan api di ketinggian langit Manhattan.
- Pukul 09.03 WIB: Hanya berselang beberapa menit di tengah kepanikan evakuasi, United Airlines Penerbangan 175 menyusul menabrak lantai 77 hingga 85 Menara Selatan WTC, disusul serangan ketiga ke Gedung Pentagon serta jatuhnya Penerbangan 93 di lapangan kosong Pennsylvania.
- Pukul 10.28 WIB: Menara Utara akhirnya runtuh total setelah membara selama 102 menit, menyapu ribuan nyawa dalam sekejap mata.
Memorial Abadi di Ground Zero
Kini, dua dekade setengah pasca-tragedi, puing-puing reruntuhan WTC telah bertransformasi menjadi 9/11 Memorial & Museum. Kompleks menara kembar yang dulu melambangkan kekuatan ekonomi global digantikan oleh dua kolam renang air terjun raksasa—terbesar di Amerika Utara—dengan tinggi sekitar 30 kaki.
Di sekeliling tepi kolam tersebut, ribuan nama korban tewas terukir abadi di atas lempengan perunggu. Sebuah monumen bisu yang terus berpesan kepada dunia bahwa luka akibat terorisme tidak akan pernah terhapus oleh waktu.
