PRESIDEN China Xi Jinping melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham. Xi mengatakan bahwa kedua negara harus mencari cara untuk memperdalam kerja sama terlepas dari adanya perbedaan di antara mereka.
Dilansir AFP, Rabu (9/9/2026), percakapan telepon tersebut–yang menurut kantor berita resmi China, Xinhua, diprakarsai oleh pemimpin Partai Buruh Inggris itu–merupakan komunikasi publik pertamanya dengan Xi.
Burnham mulai menjabat pada bulan Juli setelah pengunduran diri pendahulunya, Keir Starmer, yang memimpin tahap-tahap awal upaya perbaikan hubungan yang dilakukan secara hati-hati dengan Beijing.
Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan
Hubungan kedua negara sempat tegang selama bertahun-tahun, dipicu antara lain oleh ketegangan terkait situasi politik di bekas wilayah jajahan Inggris, Hong Kong; keputusan London untuk mengeluarkan raksasa teknologi China, Huawei, dari jaringan 5G; serta kritik terhadap catatan hak asasi manusia Beijing.
“Meskipun sistem sosial dan realitas nasional kedua negara kita berbeda, kepentingan bersama kita lebih besar daripada perbedaan yang ada,” ujar Xi kepada Burnham, sebagaimana dikutip Xinhua.
“Kedua negara harus menunjukkan rasa saling menghormati dan saling percaya, melampaui perbedaan, mencari titik temu sembari menerima perbedaan, serta bersama-sama memperluas cakupan kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.
Burnham berjanji untuk “berinteraksi secara terus terang dan konstruktif mengenai isu-isu yang penting bagi kedua negara,” demikian pernyataan Downing Street.
Pemimpin Inggris tersebut “membahas masalah keamanan dalam negeri, perang Rusia di Ukraina, Hong Kong, hak asasi manusia, serta kasus-kasus konsuler yang sangat penting” dalam percakapan telepon itu, tambah pernyataan tersebut.
Kedua pemimpin “membahas pentingnya kerja sama pragmatis dalam memajukan kepentingan Inggris dan China serta mengatasi tantangan global bersama,” menurut keterangan resmi pihak Inggris.
Pada bulan Januari, Starmer menjadi perdana menteri Inggris pertama yang mengunjungi China dalam kurun waktu delapan tahun; kunjungan tersebut menghasilkan belasan kesepakatan kerja sama dan kesepakatan untuk menurunkan tarif China terhadap produk wiski.
Baca Juga:Apa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka Suara
Inggris telah berupaya meminimalkan ketergantungan pada China dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan melarang Huawei beroperasi di jaringan 5G dan mengeluarkan raksasa energi CGN dari proyek pembangkit listrik tenaga nuklir.
