UPAYA pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak setelah berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju Gunung Anak Krakatau, dimaksimalkan. Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone termal atau pesawat nirawak termal untuk membantu pencarian tersebut.
Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto menyebutkan pencarian akan dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan dengan mengerahkan sejumlah armada dan personel gabungan.
“Kami siap melaksanakan pencarian kembali pada Rabu pukul 07.00 WIB,” ujar Rizky dalam keterangan visual dipantau di Jakarta, Selasa (8/9/2026) malam.
Menggunakan Helikopter
Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan
Lebih lanjut, menurut Rizky, pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar.
Sebagai alternatif, dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka akan digunakan untuk membantu pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” ungkapnya menerangkan.
Ia menyebutkan, pencarian sebelumnya dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 WIB sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Keputusan tersebut dilakukan karena kondisi laut dan jarak pandang kurang mendukung pencarian pada malam hari.
“Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan,” ujarnya.
Koordinasi Berbagai Pihak
Rizky mengatakan operasi pencarian melibatkan dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung. Tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan kapal tersebut sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga-dermaga yang tidak terpantau,” ujar dia.
Baca Juga:Apa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka Suara
Informasi mengenai kemungkinan keberadaan para jurnalis di Pulau Sebesi masih dalam proses pengecekan dan belum dapat dipastikan.
Tim SAR juga akan melibatkan nelayan setempat sebagai tambahan kekuatan dalam operasi pencarian.
Kekuatan Alat Utama
