Rusia Tutup Konsulat Jerman di St Petersburg Buntut Insiden Serangan Drone di Bandara Leipzig

Pemandangan Konsulat Jenderal Jerman di St. Petersburg pada 2 September 2026. (Olga Maltseva/ AFP via Getty Im
Pemandangan Konsulat Jenderal Jerman di St. Petersburg pada 2 September 2026. (Olga Maltseva/ AFP via Getty Images)
0 Komentar

RUSIA dilaporkan memutuskan untuk menutup konsulat Jerman di St. Petersburg pada Senin (7/9/2026). Penutupan ini merupakan buntut dari insiden upaya serangan drone di Bandara Leipzig pada awal Agustus lalu.

Seturut DW, penutupan konsulat ini diumumkan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Rusia. Kementerian itu menegaskan operasional Konsulat Jerman di St. Petersburg harus segera dihentikan per 18 September mendatang.

Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut keputusan ini merupakan konsekuensi dari langkah Jerman untuk “sekali lagi, memprovokasi eskalasi baru dalam hubungan bilateral” dengan Rusia. Mereka juga menyebut Berlin “menanggung tanggung jawab penuh” atas konsekuensi tersebut.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

Selain menutup konsulat Jerman di St. Petersburg, Moskow juga memerintahkan penutupan cabang Goethe-Institut di wilayah Rusia. Goethe-Institut merupakan pusat promosi bahasa dan budaya Jerman yang sebagian besar didanai oleh Pemerintah Jerman.

Keputusan tersebut dilaporkan merupakan respons langsung atas penutupan konsulat Rusia di Bonn dan pusat budaya Rusia di Berlin oleh Pemerintah Jerman. Penutupan yang dilakukan oleh Berlin itu disebut Moskow sebagai langkah yang “tak bersahabat”.

Sumber Ketegangan Rusia-Jerman

Ketegangan yang terjadi dalam hubungan bilateral kedua negara ini bersumber pada upaya serangan drone terhadap Bandara Leipzig pada awal Agustus lalu. Pekan lalu, Jerman menuduh Rusia merupakan dalang dari serangan tersebut. Tuduhan itu diungkap Jerman seiring pernyataan Uni Eropa yang menyebut serangan ke Bandara Leipzig mengindikasikan adanya “terorisme yang dibekingi negara”.

Upaya serangan drone itu adalah insiden penemuan sebuah drone bermuatan bahan peledak di dekat pesawat kargo Ukraina di Bandara Leipzig pada 4 Agustus lalu. Drone tersebut gagal meledak setelah detonatornya tampak mengalami kerusakan.

Menukil TVP, otoritas Jerman sudah mengidentifikasi dua tersangka dan meyakini ada tiga drone yang mungkin terlibat dalam insiden itu. Oleh otoritas Jerman, para tersangka itu dinyatakan terindikasi memiliki hubungan dengan Pemerintah Rusia.

Sementara itu, Kremlin membantah keterlibatan mereka dalam insiden itu. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan menuduh Berlin telah merekayasa bukti untuk melibatkan negaranya dalam insiden tersebut.

0 Komentar