Basarnas Gelar Operasi Pencarian Speedboat yang Bawa Rombongan Jurnalis di Perairan Selat Sunda

Tim Basarnas yang melakukan pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda.(Dok. Basarnas)
Tim Basarnas yang melakukan pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda.(Dok. Basarnas)
0 Komentar

BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar operasi pencarian terhadap sebuah kapal cepat (speedboat) yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, mengonfirmasi bahwa tim SAR gabungan terus mengoptimalkan penyisiran di lokasi kejadian. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa para awak media tersebut.

“Besok masih kita lanjutkan pencarian. Kami ikut prihatin,” ujar Edy saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9) malam.

Tantangan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

Edy menjelaskan bahwa proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan berat. Lokasi hilangnya kontak berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau yang hingga saat ini masih berstatus aktif dan fluktuatif.

“Kendala mengingat pencarian di seputaran Gunung Anak Krakatau yang sewaktu-waktu bisa erupsi dan menyemburkan material, sehingga perlu kehati-hatian,” tambahnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Tujuan keberangkatan mereka adalah untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB, saat salah satu korban mengirimkan lokasi terkini (share location) kepada rekan jurnalis di Lampung. Namun, kapal tersebut kemudian hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T.

Kepala Kantor SAR Banten, Zainal Arifin, menyatakan bahwa hingga Selasa petang pukul 18.15 WIB, tim telah menjangkau Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, namun hasil pencarian masih nihil.

Identitas Korban dan Rencana Operasi

Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang masuk dalam daftar pencarian (DP). Para jurnalis tersebut di antaranya:

  • M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto LKBN ANTARA)
  • Ari Basuki (Merdeka)
  • Yudhis (iNews)
  • Daus (Anadolu)
  • Donal (Pewarta Lepas/Freelance)
  • Dua orang lainnya (masih dalam proses pendataan)

Operasi pencarian dijadwalkan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi dengan memperluas area penyisiran. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, serta peralatan medis dan komunikasi, bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.

0 Komentar