SEJUMLAH jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto menjelaskan kronologi jurnalis mengalami hilang kontak tersebut.
“Pada hari Senin (7/9/2026) pada pukul 14.00 WIB, Jurnalis Banten bertolak dari dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktifitas Gunung Anak Krakatau,” ucap Kombes Pol Eko Hartanto dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, sebelum terjadinya hilang kontak, salah satu jurnalis yang berada di kapal tersebut sempat mengirimkan lokasi terakhir.
Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan
“Komunikasi terakhir korban dengan Jurnalis Lampung atas nama Abay pada pukul 14.42 WIB, Senin (7/9/2026) mengirimkan share lokasi terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak,” lanjutnya.
Kombes Pol Eko Hartanto mengatakan, lokasi terakhir sejumlah jurnalis tersebut berada pada titik koordinat duga 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T, heading 288.34°, jarak RIB 02 BTN – LKP : 9.98 NM dengan waktu tempuh 40 Menit.
“Pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB menerima info dari Bayu (Antara Banten) atas adanya hilang kontak tersebut,” bebernya.
Dalam melakukan proses pencarian, pihaknya menerjunkan sebanyak 23 personil yang terdiri dari dua personel dari KP Sanjaya Mabes Polri, lima personil dari Ditpolairud Polda Banten, 16 personel dari Basarnas Banten, serta KN Tetuka merupakan kapal Basarnas.
Adapun jurnalis yang mengalami hilang kontak tersebut, yaitu M Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara), Ari Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudhis (Jurnalis Inews), Daus (Jurnalis Anadolu), Donal (Freelance), dan dua lagi masih dalam proses pendataan.
