Update Paparan Penanganan Gempa NTT, Karhutla, Banjir Sumatera dan Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan mengenai penanganan empat bencana. FOTO/Dokumentasi BNPB.
Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan mengenai penanganan empat bencana. (FOTO/Dokumentasi BNPB)
0 Komentar

Sebanyak 55 unit armada udara diterjunkan, terdiri dari 19 heli patroli/pesawat OMC dan 36 helikopter water bombing. Tiga unit heli Chinook tambahan dari Kementerian Pertahanan direncanakan datang 10 September 2026.

Penanganan di enam provinsi prioritas mendapat porsi sumber daya terbesar, mengingat luasnya area kebakaran dan dampaknya yang masif terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat. Dukungan logistik, personel, dan armada udara terus diprioritaskan ke wilayah-wilayah tersebut berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di luar enam provinsi prioritas. Untuk kebakaran di IKN Kalimantan Timur yang mencapai 458 hektare, pemadaman dilakukan melalui operasi darat terpadu oleh 324 personel dari OIKN, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, dan unsur lainnya, serta didukung 1 unit helikopter water bombing dan OMC.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

Di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat (223,5 ha), pemadaman dilakukan oleh 30 personel satgas darat gabungan dan dibantu pengerahan 1 unit helikopter.

Untuk kebakaran di TPA Putri Cempo, Kota Surakarta (4,6 ha), operasi melibatkan 350 personel satgas darat gabungan yang dibantu OMC dan 1 heli water bombing. Di kawasan Gunung Ijen dan Gunung Butak, Jawa Timur (total 19 ha), operasi pemadaman dilakukan oleh 2.040 personel satgas darat dengan dukungan 3 unit heli water bombing.

Suharyanto mengakui, penanganan karhutla menghadapi sejumlah kendala, terutama karakter lahan, akses, cuaca dan ketersediaan sumber air. Ia menjelaskan, pada lahan gambut api bisa bertahan di bawah permukaan, sehingga petugas harus melakukan pendinginan dan pemantauan lebih lanjut.

“Di beberapa lokasi akses darat juga sulit, sehingga membutuhkan dukungan water bombing. Ditambah kondisi panas, kering dan angin yang dapat memunculkan kembali fire spot. Jadi prosesnya memang tidak selalu sekali padam langsung selesai,” ujar dia.

Suharyanto meyakini, penanganan terus menunjukkan kemajuan. Ia menegaskan bahwa tumpuannya tetap ada di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini.

Pemulihan Bencana Banjir Sumatra Terus Dilakukan

Dalam laporannya dia juga menjelaskan upaya pemenuhan target pemulihan pascabencana gempa yang melanda Aceh dan Sumatra pada tahun lalu. Progress transfer bantuan stimulan untuk rumah rusak sedang dan ringan di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, di mana per 6 September 2026 mencapai Rp703.017.000.000. Dijelaskannya, pemerintah telah mentransfer untuk Aceh senilai Rp621,21 miliar, Sumatra Utara Rp62,03 miliar, dan Sumatra Barat Rp19,77 miliar.

0 Komentar