SUARA Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, saat membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan barangkali tidak akan pernah dikenal oleh generasi saat ini jika tanpa peran penting dari Radio Republik Indonesia (RRI) dan studio rekaman legendaris Lokananta.
Faktanya, suara Bung Karno saat membacakan teks proklamasi pada 17 Agustus 1945 sama sekali tidak direkam ke dalam media apa pun. Ketika itu, detik-detik pembacaan proklamasi dan upacara pengibaran bendera perdana hanya diabadikan melalui lensa kamera berupa foto.
Enam tahun berselang, tepatnya pada 1951, Bung Karno akhirnya dibujuk untuk kembali membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan agar suaranya bisa diabadikan lewat rekaman. Bung Karno pun menyetujui gagasan tersebut, dan proses perekaman suara dilakukan di studio milik RRI.
Digandakan di Studio Lokananta Solo
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Setelah proses perekaman di RRI selesai, pita rekaman suara Bung Karno membacakan teks proklamasi tersebut dibawa ke Lokananta yang berlokasi di Kota Solo, Jawa Tengah.
Di studio Lokananta inilah rekaman suara bersejarah itu digandakan ke dalam bentuk piringan hitam. Piringan hitam berisi suara Bung Karno membacakan proklamasi tersebut kemudian disebarkan secara luas oleh Lokananta ke berbagai penjuru nusantara agar bisa didengar oleh masyarakat luas. Hingga kini, dokumen suara yang sangat berharga itu tersimpan rapi di Lokananta.
Selain rekaman proklamasi, studio ini juga menyimpan arsip bersejarah lain seperti rekaman lagu instrumental “Indonesia Raya” versi tiga stanza pertama karya komponis Belanda, Jos Cleber.
Transformasi Lokananta Menjadi Destinasi Wisata
Lokananta dikenal sebagai studio rekaman pertama di Indonesia yang memiliki kualitas akustik setara dengan studio Abbey Road di Inggris—tempat grup band legendaris dunia, The Beatles, merekam karya-karya ikonik mereka.
Setelah sempat mengalami revitalisasi besar-besaran mulai 27 November 2022 dan rampung pada 7 Juni 2023, Lokananta kini bertransformasi menjadi ruang publik kreatif dan daya tarik wisata sejarah yang ramai dikunjungi wisatawan domestik. Pengunjung kini bisa menikmati arsip musik klasik dari berbagai musikus legendaris tanah air seperti Gesang dan Waljinah yang terus dilestarikan di tempat ini.
