BELUM sepekan berlalu dari kasus penembakan sekolah, Thailand kembali mencatatkan kasus penembakan. Kali ini, penembakan terjadi di wilayah kantor pemerintahan dan dilakukan oleh mantan anggota parlemen. Berikut kronologi dan motif kasus ini.
Penembakan di kawasan instansi pemerintahan tersebut terjadi di wilayah Nonthaburi, dekat Bangko pada Senin (10/8/2026). Ini merupakan kasus penembakan kedua di Nonthaburi dalam waktu kurang dari satu pekan.
Pelaku penembakan pada Senin itu diidentifikasi sebagai Chalong Riewrang. Ia merupakan mantan anggota parlemen yang pernah menjadi kader partai Thai Citizen dan partai Pheu Thai.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Seturut CNA, Chalong Riewrang telah menembak mati seorang pejabat publik bernama Thongchai Yenprasert. Ketika ditembak, Thongcai sedang menjabat sebagai Ketua Organisasi Administrasi Provinsi (PAO) Nonthaburi.
Pihak kepolisian Thailand kini telah menangkap Chalong. Ia segera diringkus di lokasi kejadian tepat setelah melakukan penembakan.
Pihak kepolisian Thailand menyebut kasus penembakan ini dilatari motif personal. Chalong dan Thongcai saling mengenal satu sama lain, namun belakangan hubungan mereka memburuk karena uang.
“Motifnya bersifat pribadi,” tutur komandan polisi regional Wattana Yijin.
Wattana mengatakan penembakan dilatarbelakangi oleh utang. Chalong mengaku kepada polisi bahwa ia menembak ketika berupaya menagih uang yang pernah dipinjam korban.
Menukil Bangkok Post, Chalong mengeklaim Thongcai telah berutang uang sebesar 11 juta baht darinya. Jika dirupiahkan, total utang itu mencapai Rp5 miliar.
“Dia bilang dia tidak mau bicara, jadi saya mengeluarkan pistol saya,” kata Thongcai ketika dimintai keterangan oleh wartawan.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Berdasarkan kronologi yang diungkap kepolisian setempat dan keterangan Thongcai, peristiwa penembakan pada Senin tersebut bermula ketika Chalong datang ke kantor Thongcai untuk menagih utang. Ia datang seorang diri.
Thongcai mengaku sudah mengikuti Chalong pada hari itu. Ketika Chalong ke luar kantor dan naik mobilnya, Thongcai kemudian mengikutinya dan mengonfrontasi korban.
“Saya mengikutinya ke mobilnya dan memukul jendela mobilnya, sambil berkata saya ingin bicara,” kata Thongcai.
Akan tetapi, korban enggan menanggapi pelaku. Hal ini kemudian membuat Thongcai mengeluarkan senjata api. Pelaku kemudian mengarahkan pucuk senjatanya ke arah jendela tempat Chalong duduk di dalam mobil.
