Thongcai menjelaskan tindakan itu semula hanya ia maksudkan sebagai gertakan. Ia mengeklaim semula ia tak berniat untuk menekan pelatuk senjatanya.
Penembakan, kata Thongcai, kemudian terjadi ketika ia melihat supir korban mengeluarkan senjata. Pelaku menyebut bahwa supir Chalong sempat mengarahkan senjata ke arahnya dari dalam mobil.
Terpicu hal tersebut, Thoncai kemudian menarik pelatuk. Timah panas senjatanya menembus jendela dan melukai Chalong tepat di lehernya.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Sopir Chalong juga mengalami luka tembak di bagian lengan kanannya. Ini menandakan Thongcai menembak beberapa kali dalam peristiwa itu.
Usai peristiwa itu, Chalong sempat dibawa ke Rumah Sakit Phra Nang Klao di Nonthaburi. Namun, lukanya terlalu serius dan ia akhirnya meninggal setelah kehilangan banyak darah.
Sementara itu, sopir Chalong juga dibawa ke rumah sakit setelah peristiwa itu. Beruntung baginya, ia berhasil selamat setelah dokter sukses mengoperasi lengannya untuk mengeluarkan peluru.
Kasus penembakan ini terjadi tak sampai sepekan setelah kasus penembakan di sebuah sekolah di Nonthaburi. Sebelumnya, seorang siswa Sekolah Debsirin Nonthaburi melakukan penembakan massal pada Jumat (7/8), membuat 9 orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka.
