Festival Kue Bulan dan Peresmian Gapura Pecinan: Jalan Winaon Siap Disulap Jadi Chinatown Cirebon

Di Gapura Pecinan Jalan Winaon, Kota Cirebon
Di Gapura Pecinan Jalan Winaon, Kota Cirebon
0 Komentar

PAGUYUBAN Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Cirebon bersiap menggelar Festival Kue Bulan yang akan dilangsungkan di sepanjang Jalan Winaon pada 25–27 September 2026.

Perhelatan budaya ini sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Gapura Pecinan, yang pembangunan fisiknya telah dimulai sejak tahun 2025 sebagai bagian dari rencana besar Pemerintah Kota Cirebon untuk menyulap kawasan tersebut menjadi Chinatown Cirebon.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi khusus agar penataan kawasan wisata baru ini tidak berbenturan dengan aktivitas ekonomi yang sudah ada, mengingat Jalan Winaon dan kawasan Lemahwungkuk selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan tradisional yang padat pengunjung Pasar Kanoman pada pagi hari.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

“Aktivitas pasar tetap berjalan namun konsep Chinatown juga harus bisa berjalan. Kami sudah siapkan konsepnya,” ujar Agus kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Konsep Pembagian Waktu dan Penataan Booth Tematik

Sebagai solusi menjaga sinergi antara aktivitas pasar tradisional dan destinasi wisata malam, Disbudpar menerapkan sistem pembagian waktu pemanfaatan ruang:

  • Pagi hingga Siang Hari: Kawasan difungsikan sepenuhnya untuk aktivitas perdagangan pasar rakyat dan warga sekitar. Para pedagang menggunakan sistem tenda bersama atau knockdown sehingga tidak meninggalkan barang-barang di badan jalan selepas berdagang.
  • Malam Hari: Area bertransformasi menjadi night market (pasar malam) yang menyajikan berbagai kuliner tematik khas Tionghoa berpadu dengan jajanan lokal, menciptakan nuansa khas Pecinan.

Pada tahap awal pengembangan, penataan akan difokuskan pada segmen jalur yang lebih pendek, yakni mulai dari Jalan Winaon hingga area Vihara, dengan alokasi sekitar 20 hingga 25 booth.

Meski demikian, Agus memastikan bahwa proses penataan ini dilakukan secara inklusif dan tidak sepihak. Pihak Disbudpar bersama PSMTI terus mengintensifkan komunikasi serta koordinasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, mulai dari para pedagang, Perumda Pasar, pihak keraton, hingga warga setempat.

Melalui pengembangan kawasan Pecinan ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap identitas budaya Tionghoa yang telah lama berakar dalam sejarah lokal dapat semakin diperkuat, sekaligus mendongkrak sektor pariwisata serta memberikan ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan kuliner di Kota Cirebon.

0 Komentar