Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Kenalkan Depressly, Aplikasi Deteksi Dini Depresi di SMAN 4 Cirebon

Program Kemitraan Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya di SMAN 4 Cirebon, Deteksi Dini Resiko Depresi
Program Kemitraan Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya di SMAN 4 Cirebon, Deteksi Dini Resiko Depresi
0 Komentar

WUJUD dharma ke tiga dari tridharma Perguruan Tinggi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melalui Program kemitraan masyarakat Program Studi Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Cirebon menggelar kegiatan Deteksi Dini Resiko Depresi dan edukasinya bagi siswa kelas XII SMAN 4 Kota Cirebon melalui program bertajuk “Kenali Depresi Bersama Depressly”.

Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan Depressly, aplikasi skrining dini depresi berbasis web yang dikembangkan sebagai media edukasi dan deteksi awal risiko depresi pada remaja.

Siswa kelas XII dipilih sebagai sasaran utama karena berada pada fase transisi menuju perguruan tinggi maupun dunia kerja. Tekanan akademik yang semakin tinggi, persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN), serta tuntutan dalam menentukan masa depan menjadi faktor yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, edukasi mengenai depresi dan pentingnya deteksi dini dinilai perlu diberikan sejak dini.

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

Ketua Tim Pengabdian, Yanto Haryanto, S.Pd., S.Kp., M.Kes., mengatakan kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Menurutnya, remaja perlu memiliki pemahaman yang baik agar mampu mengenali kondisi dirinya dan tidak ragu mencari bantuan apabila mengalami gangguan kesehatan mental.

“Kesehatan mental perlu dikenali sejak dini. Melalui aplikasi Depressly, kami berharap remaja lebih berani memahami kondisi dirinya, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental, serta tidak ragu mencari bantuan ketika diperlukan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta mengenai depresi dan kesehatan mental.

Selanjutnya, tim memberikan demonstrasi penggunaan aplikasi Depressly, mulai dari cara mengakses aplikasi melalui pemindaian kode QR, pengisian data, hingga cara menjawab setiap pertanyaan skrining secara jujur sesuai kondisi diri masing-masing. Seluruh proses skrining dilakukan secara anonim sehingga identitas peserta tetap terjaga dan siswa dapat menjawab setiap pertanyaan dengan lebih nyaman.

Selain demonstrasi aplikasi, peserta memperoleh penyuluhan mengenai pengertian depresi, faktor risiko, tanda dan gejala, pentingnya menjaga kesehatan mental, serta langkah yang dapat dilakukan apabila diri sendiri maupun teman menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan kesehatan mental. Sebagai media pendukung, setiap peserta juga menerima buku saku

0 Komentar