Kronologi Kapal Motor Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Barat Pulau Polassi Selayar Sulsel

Tim Basarnas Kelas A Makassar saat melakukan operasi penyelamatan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa, Jumat (1
Tim Basarnas Kelas A Makassar saat melakukan operasi penyelamatan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa, Jumat (17/7/2026). (Foto/Dok. Basarnas)
0 Komentar

KAPAL Motor (KM) Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu (15/7/2025). Proses pencarian terus dilakukan hingga Jumat (17/7), seiring keberadaan puluhan korban yang belum diketahui. Berikut kronologi dan update pencarian para korban.

KM Nurul Salsa sebelumnya dilaporkan tengah berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar. Kapal tersebut mulai berlayar pada Rabu pukul 05.00 WITA. Di tengah pelayaran, kapal itu dilaporkan mati mesin dan karam. Tim SAR segera menjalankan evakuasi.

“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, Kamis (16/17).

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Sejauh ini, seorang penumpang kapal dinyatakan meninggal dunia karena insiden tersebut. Sementara itu, tim SAR telah berhasil mengevakuasi puluhan orang, meski masih ada puluhan lain yang belum diketahui keberadaannya di laut lepas.

Menurut keterangan Badan SAR Nasional (Basarnas) Kelas A Makassar, pelaksanaan evakuasi kini difokuskan dengan menyisir lautan di sekitar titik kejadian. Titik lokasi karamnya KM Nurul Salsa sendiri berada di sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar.

Kronologi KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar

Berdasarkan kronologinya, karamnya KM Nurul Salsa bermula dari pelayaran kapal tersebut pada Rabu (15/7). Semula, Nurul Salsa dijadwalkan berlayar untuk membawa puluhan penumpang dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar.

KM Nurul Salsa kemudian berangkat pada Rabu pagi, sekitar pukul 05.00 WITA. Laporan awal menyebut ada 50 orang penumpang dan sejumlah awak kapal dalam pelayaran tersebut.

Semula, pelayaran KM Nurul Salsa berlangsung baik-baik saja. Namun, setelah lima jam berlayar, mesin kapal mati total. Ketika itu, kapal sudah berada di perairan barat Pulau Polassi.

Matinya mesin kapal itu membuat para penumpang terombang-ambing di laut lepas. Mereka, bersama anak buah kapal, sempat berupaya mengirimkan sinyal permintaan bantuan.

Akan tetapi, insiden itu terjadi di tengah cuaca ekstrem. Gelombang tinggi dan angin kencang sedang melanda lautan. Proses penyelamatan pun tidak bisa segera dilakukan.

0 Komentar