Kronologi Kapal Motor Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Barat Pulau Polassi Selayar Sulsel

Tim Basarnas Kelas A Makassar saat melakukan operasi penyelamatan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa, Jumat (1
Tim Basarnas Kelas A Makassar saat melakukan operasi penyelamatan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa, Jumat (17/7/2026). (Foto/Dok. Basarnas)
0 Komentar

Seiring dilanda gelombang dan angin kencang, kapal mulai menunjukkan kerusakan lain. Pompa air (alkon) pada KM Nurul Salsa rusak, membuat rembesan air laut menggenangi badan kapal.

Rabu sore menjelang malam, kondisi kapal makin kritis. Air yang masuk ke dalam membuat kapal sedikit demi sedikit tenggelam. Hingga akhirnya, KM Nurul Salsa karam sepenuhnya pada malam hari.

Basarnas kemudian menerima laporan karamnya KM Nurul Salsa tersebut dan segera menerjunkan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi. KRI Marlin-877 milik TNI Angkatan Laut turut dikerahkan dalam operasi penyelamatan ini.

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Pada Kamis siang, proses evakuasi tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 49 orang. Namun, seorang penumpang dikonfirmasi telah meninggal. Sementara itu, sebanyak 24 penumpang lain dinyatakan masih hilang.

Seiring proses evakuasi itu, Basarnas Kelas A Makassar menemukan bahwa laporan jumlah penumpang kapal tersebut tak sesuai dengan temuan di lapangan. Dalam laporan ada 50 orang penumpang kapal KM Nurul Salsa pada Rabu, namun Basarnas menemukan adanya 74 orang secara keseluruhan.

Update Pencarian Korban KM Nurul Salsa

Hingga Jumat (17/7), proses evakuasi dan pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam pada Rabu lalu masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan dilaporkan masih belum berhasil mencari seluruh korban hilang dalam insiden tersebut.

Jalannya pencarian dan evakuasi pada Jumat dilaporkan berfokus pada penyisiran dua area pencarian. Area pertama adalah lautan seluas 90 mil laut persegi di sekitar lokasi insiden, sementara area kedua adalah wilayah laut seluas 102 mil laut persegi.

Pada area 90 mil laut persegi, proses pencarian korban hilang turut memanfaatkan pesawat Boeing B737-200 yang diterbangkan dari Lanud Sultan Hasanuddin. Sementara area 102 mil laut persegi menjadi fokus area bagi KRI Marlin 877.

Menurut keterangan Basarnas pada Kamis malam, sejauh ini sebanyak 23 orang korban tenggelamnya KM Nurul Salsa belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan kini disebut masih terus berupaya untuk mencari mereka di laut lepas.

Sementara itu, terkait para korban yang berhasil diselamatkan, Basarnas menyebut bahwa total korban yang telah dievakuasi berjumlah 47 orang. Namun, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

0 Komentar