SOSOK Ferry Yanto Hongkiriwang atau Ferry Boboho disebut terkait dalam kasus dugaan korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Ferry dikenal sebagai pebisnis yang sebelumnya bersama Don Ritto alias Idon mengelola Cafe de’Clan Signature. Idon juga diketahui pemilik usaha Koin Money Changer.
Usaha restoran itu dilakoni bebarengan antara Ferry dan Idon. Di masa lalu, bisnis ini bangkrut dan Ferry memutuskan mundur. Don Ritto lantas mengambil alih penuh dan melakukan perombakan total.
Nama de’Clan adalah jenama baru. Saat bersama Ferry, rumah makan itu masih berjuluk Gontran Cherrier.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
“Waktu dipegang kerja sama, bangkrut. Kemudian diserahkan ke Pak Idon semuanya, diubah nama jadi de’Clan, dan akhirnya bisa berkembang dengan baik,” kata kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, Selasa (14/7).
Pekan lalu, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri melakukan penggeledahan ke 13 lokasi terpisah. Dari Rabu (8/11) hingga Jumat (10/7), dua yang mendapat banyak sorotan adalah restoran de’Clan dan Koin Money Changer di Cipete, Jakarta Selatan.
Polisi kemudian menyebut penggeledahan tersebut terkait dengan penyelidikan kasus dugaan korupsi yang dilakukan eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Polisi sempat menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, sebelum kemudian dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Agung untuk diproses lebih lanjut.
Dua tersangka yang ditetapkan polisi adalah Febrie Adriansyah selaku Jampidsus dan Don Ritto selaku pihak swasta. Jika Febrie ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai pejabat, Don Ritto diketahui terdaftar sebagai komisaris perusahaan pemilik Koin Money Changer, salah satu lokasi yang juga digeledah polisi pada Rabu.
Kini, sorotan turut merembet ke sosok lain, yakni Ferry Yanto Hongkiriwang. Siapa sebenarnya ia?
Siapa Ferry Yanto Hongkiriwang
Ferry Yanto Hongkiriwang selama ini dikenal sebagai pengusaha. Ia pebisnis yang pernah menjadi pemilik tempat makan bernama Gontran Cherrier bersama Don Ritto. Setelah Ferry mundur karena bisnis bangkrut, restoran Prancis itu dipegang penuh Don Ritto dan dirombak menjadi de’Clan Signature di Cipete.
Restoran itu digeledah oleh polisi dan pihak kepolisian menyita sejumlah barang dari sana. Beberapa barang yang disita itu termasuk telepon genggam dan uang tunai dari berbagai mata uang dengan total nilai hampir Rp60 miliar.
