SENATOR Partai Republik Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham meninggal dunia pada usia 71 tahun. Graham dikenal sebagai sekutu utama Presiden Donald Trump sekaligus salah satu pendukung paling kuat Israel di Senat AS.
Ia meninggal pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat setelah mengalami sakit singkat yang datang secara tiba-tiba. Kabar duka itu diumumkan oleh direktur komunikasi kantor Graham melalui unggahan di media sosial X pada Minggu (12/7/2026) dini hari.
Dalam pernyataannya, keluarga Graham meminta doa sekaligus privasi selama masa berkabung.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
“Keluarga Senator Graham menghargai doa-doa yang diberikan pada masa ini dan meminta privasi selama masa yang sangat sulit ini,” tulis keterangan kantor Graham, dikutip Al Jazeera, Minggu (12/7).
Selama berkarier di Senat AS, Graham menjadi salah satu tokoh Partai Republik yang paling vokal membela Israel. Ia juga mendukung kebijakan Trump dalam perang yang sedang berlangsung terhadap Iran serta selama bertahun-tahun mendorong penggunaan kekuatan militer terhadap Teheran.
Kementerian Pertahanan Israel turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Graham. Dalam pernyataannya, kementerian ini menyebut Graham sebagai sosok yang berdiri bersama Israel pada masa-masa paling sulitnya.
Graham pertama kali terpilih menjadi senator mewakili South Carolina pada 2002 dan kembali memenangkan pemilu pada 2008, 2014, serta 2020. Sebelumnya, ia menjabat sebagai anggota DPR AS sejak 1995.
Dalam beberapa tahun terakhir, Graham memimpin Komite Anggaran Senat serta menjadi anggota sejumlah komite penting. Di dalamnya termasuk Komite Kehakiman, Komite Alokasi Anggaran, dan Komite Lingkungan Hidup serta Pekerjaan Umum Senat.
Meski sempat menjadi pengkritik keras Trump saat pemilihan pendahuluan Partai Republik pada 2016, Graham kemudian berbalik menjadi salah satu sekutu politik paling loyal bagi Trump di Kongres AS.
Sebelum terjun ke dunia politik, Graham mengabdi lebih dari enam tahun sebagai pengacara Angkatan Udara AS. Pada 1995, ia bergabung dengan pasukan cadangan Angkatan Udara dan bertugas selama dua dekade sebelum pensiun dengan pangkat kolonel.
