BPBD Kota Cirebon Mulai Drop Air Bersih, Status Siaga Darurat Kekeringan Ditetapkan

BPBD Kota Cirebon memberikan bantuan air bersih
BPBD Kota Cirebon memberikan bantuan air bersih
0 Komentar

PEMERINTAH Kota Cirebon mulai mengintensifkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Selain mewaspadai potensi kebakaran lahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cirebon, Arief Adhitya Firmansyah, mengatakan permintaan bantuan air bersih mulai berdatangan dari warga. Kondisi tersebut menjadi sinyal awal munculnya dampak kekeringan di wilayah selatan Kota Cirebon.

“Sudah mulai ada permintaan drop air. Karena itu, saat ini Kota Cirebon juga telah berstatus siaga darurat kekeringan sesuai Keputusan Wali Kota,” kata Arief, Senin (3/8/2026).

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

Sejak awal musim kemarau hingga Juli 2026, BPBD telah menyalurkan sekitar 5.000 liter air bersih kepada warga yang membutuhkan. Jumlah itu masih jauh lebih rendah dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Pada 2023, BPBD mendistribusikan sekitar 342 ribu liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Angka tersebut turun menjadi 268 ribu liter pada 2024 dan sekitar 150 ribu liter pada 2025.

“Baru sekitar 5.000 liter yang didistribusikan tahun ini. Mudah-mudahan kondisi kemarau tidak separah tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Status tersebut menjadi dasar bagi BPBD untuk mengoordinasikan penanganan jika dampak kemarau semakin meluas.

Arief menjelaskan, BPBD belum memiliki armada truk tangki air sendiri. Karena itu, distribusi air bersih dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah instansi yang memiliki armada tangki, seperti Perumda Air Minum (PDAM), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), serta dukungan TNI dan Polri.

“Saat ini penyaluran masih berdasarkan permintaan dari masyarakat di Argasunya. Belum dilakukan secara terjadwal seperti tahun lalu karena kami masih terus memantau perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Selain kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan yang biasanya meningkat saat musim kemarau.

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Kepala BPBD Kota Cirebon, Iing Daiman, mengatakan seluruh personel BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran telah disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana.

“Kemarau identik dengan meningkatnya risiko kebakaran. Karena itu kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membuang benda yang dapat memicu kebakaran di area yang dipenuhi rumput kering,” kata Iing.

0 Komentar