Prabowo Paparkan Alasannya Bentuk Program Koperasi Desa Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, J
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)
0 Komentar

PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya membuat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program itu dinilai merupakan salah satu upaya untuk membuat rakyat sejahtera.

Prabowo mengaku sudah lama memiliki konsep KDKMP, bahkan ketika masih bertugas sebagai tentara. Pasalnya, ketika itu ia sering melaksanakan tugas ke berbagai wilayah di Indonesia dan menyaksikan banyak rakyat yang mengalami kesulitan.

“Saya waktu di tentara, kita bertugas di desa-desa, di gunung-gunung. Kita bisa berbulan-bulan di sebuah kecamatan. Saya lihat di situ, saya lihat di situ rakyat kelaparan, saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan,” kata dia dalam pidatonya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Ahad (12/7/2026).

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Meski begitu, Prabowo saat itu tidak bisa berbuat banyak untuk membantu rakyat. Pasalnya, logistik yang tersedia hanya untuk mencukupi kebutuhan pasukannya.

Pengalaman itu membuatnya berpikir untuk meningkatkan perekonomian di desa. Sebab, desa memiliki peran penting dalam pembangunan nasional.

Ia menilai, satu-satunya jalan untuk meningkatkan perekonomian di desa adalah dengan membangun koperasi. Namun, pembangunan koperasi di desa dinilai tidak efektik tanpa adanya dukungan kekusaan.

“Kalau orang modalnya kecil atau tidak punya modal, susah dapat kredit di mana-mana. Nah, waktu saya jadi presiden, dengan menteri-menteri, kita kebut swasemada pangan. Kita turunkan harga pupuk. Kita naikkan harga pembelian gabah, kita jamin. Hasilpetani naik,” kata dia.

Setelahnya, ia mendapatkan laporan bahwa masalah di lapangan tidak sesedehana itu. Pasalnya, para petani memiliki utang yang cukup banyak. Sementara jasa pinjam uang di daerah umumnya difasilitasi oleh lintah darat.

“Karena itu salah satu kebijakan saya pertama, mungkin dalam bulan-bulan pertama, saya hapuskan utang jutaan petani yang mereka tidak mampu bayar,” kata dia.

Menurut Prabowo, salah satu upaya untuk mengatasi masalah itu adalah dengan membangun koperasi simpan pinjam di seluruh Indonesia. Karena itu, ia ingin membangun koperasi di setiap kelurahan/desa.

Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz

“Karena itulah, angka 81 ribu muncul. Karena desa dan keluruhan kita, di seluruh Indonesia, jumlahnya adalah 81 ribu. Masalahnya adalah, untuk memotong, cengkraman, para lintah darat itu. Supaya membebaskan, jutaan rakyat kita, dari ketergantungan, kepada itu,” kata dia.

0 Komentar