Laporan The New York Times Sebut Perang Iran Bikin Amerika Serikat Kalah Secara Strategis

Personel Angkatan Darat AS mengangkut jenazah Sersan Staf Angkatan Darat AS Michael Emmanuel Swinton di Pangka
Personel Angkatan Darat AS membawa peti jenazah Sersan Staf Angkatan Darat AS Michael Emmanuel Swinton di Pangkalan Angkatan Udara Dover di Dover, Delaware, AS, pada hari Rabu, 22 Juli 2026. AS dan Iran mengisyaratkan bahwa mereka tidak siap untuk kembali ke meja perundingan setelah kedua negara meningkatkan serangan jauh ke dalam minggu kedua pertempuran baru. (Fotografer: Daniel Heuer/Bloomberg melalui Getty Images)
0 Komentar

HARIAN The New York Times (NYT), pada Sabtu (1/8/2026) menurunkan laporan yang menyebutkan bahwa perang Iran tidak hanya membuat Amerika Serikat (AS) menderita kekalahan secara strategis, tetapi juga hilangnya kepercayaan negara-negara sekutu terhadap Washington.

Dilansir IRIB News, NYT melaporkan, para pejabat dan analis Eropa meyakini bahwa dalam perspektif sekutu, perang dengan Iran menuju kepada sebuah kegagalan strategis AS.

Laporan NYT juga menyebutkan bahwa, para sekutu AS khawatir bahwa ketidakmampuan Washington dalam menggunakan kekuatan militernya terhadap Iran telah mengekspos kelemahan yang mana akan disambut baik oleh Rusia dan China. NYT juga menyoroti kegagalan Presiden AS Donald Trump dalam meraih tujuan perangnya dan juga kekurangan stok munisi kunci dari angkatan bersenjata AS.

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

Iran saat ini disebut lebih menentukan dari sebelumnya, program nuklir dan rudalnya tidak berhasil dihancurkan, dan Selat Hormuz kini secara efektif dalam kontrol Teheran. Laporan NYT melaporkan bahwa situasi ini telah menempatkan AS dan Israel dalam posisi yang lebih lemah, di mana kedua belah pihak saling menyalahkan atas krisis yang terjadi.

Dalam bagian laporan lainnya, NYT merujuk pada adanya penurunan kredibilitas yang tajam dari sektor militer dan diplomasi AS.

“Tindakan Washington dalam perang ini telah menguatkan persepsi bahwa AS telah menjadi sebuah kekuatan yang tidak bisa diprediksi dalam menciptakan kerusakan global. Situasi ini telah sangat merusak kepercayaan diri dari sekutu AS, dan banyak dari mereka mencari cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap Washington dan mendiversifikasi hubungan luar negeri mereka.”

Pada bagian akhir laporannya, NYT membandingan agresi AS terhadap Iran dengan perang di Vietnam, Irak, dan Afghanistan. AS bisa sekali lagi menjadi pihak yang kalah dalam sebuah perang berkepanjangan.

Mengutip pejabat keamanan senior Iran, kantor berita Tasnimmelaporkan bahwa Teheran telah mempersiapkan “rencana komprehensif” untuk membalas serangan AS dalam bentuk apapun. Kepada Tasnim, pejabat itu mengatakan bahwa rencana serangan baru ke Iran merupakan suatu “kesembronoan”.

“Kami telah mempersiapkan sebuah rencana komprehensif untuk membalas, termasuk terhadap infrastruktur kritis di Israel serta infrastruktur energi AS di kawasan, dan kami siap melakukannya,” kata si pejabat.

0 Komentar