TNI Buka Suara! Ini Alasan Rumah Jampidsus Dijaga Ketat Anggota

Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas. (Foto: Danandaya Arya Putra)
Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas. (Foto: Danandaya Arya Putra)
0 Komentar

KEPALA Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, memastikan pengamanan ketat oleh sejumlah Anggota TNI di rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah tidak berkaitan dengan rangkaian penggeledahan yang tengah dilakukan oleh Kortastipidkor Polri.

Dia menjelaskan pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan dari Kejaksaan Agung sebagai bentuk perlindungan kepada jaksa dalam menjalankan tugasnya. Dia menegaskan pengamanan ini tidak berkaitan dengan isu yang tengah berkembang.

“Terkait pengamanan Jampidsus, benar pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana Perpres Nomor 66 tahun 2025 yang berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya. Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang,” kata Nas, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Nas juga menegaskan penggeledahan yang dilakukan oleh Polri di sejumlah lokasi merupakan proses yang berbeda dan menjadi kewenangan polri.

“Adapun mengenai informasi adanya penggeledahan oleh Polri terhadap sejumlah lokasi, hal tersebut merupakan proses yang berbeda dan menjadi kewenangan Polri,” tutur Nas.

Sebagai informasi, rumah Febrie dijaga ketat oleh TNI sejak Rabu (8/7/2026) malam. Hingga saat ini, belum ada penjelasan dari pihak Kejagung soal penjagaan ini.

Sejak 2024 lalu, Febrie Adriansyah memang mendapatkan pengawalan dari personel TNI. Hal itu ia dapatkan setelah seorang anggota Densus 88 kedapatan menguntit Febrie.

Sementara, saat ini Kortastipidkor Polri tengah gencar melakukan sejumlah penggeledahan terkait kasus PT Asabri, dugaan korupsi pasokan batu bara penyebab blackout Sumatra, dan kasus PT Krakatau Steel.

0 Komentar