TERSANGKA kasus penganiayaan berat dan penyekapan terhadap Yuvita Tri Rezeki (29 tahun), Taufik Hidayat, memeragakan 21 adegan menyiksa dan menyekap korban di tiga tempat kejadian perkara (TKP) dari total enam TKP di Kabupaten Bandung. Proses rekontruksi berlangsung di Gedung Ditres PPA dan PPO Polda Jawa Barat sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Barat Kombes Rumi Untari mengatakan, proses rekontruksi berlangsung lancar. Ia menyebut sejumlah pihak hadir dalam rekonstruksi mulai dari Kejati Jawa Barat, LPSK hingga kakak dan bapak korban.
“Tadi rekonstruksi sudah berjalan dengan baik, lancar, dan alhamdulillah tidak ada penolakan dari tersangka dan tersangka mengakui semua perbuatannya di 6 TKP,” ucap dia kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Ia melanjutkan, pihaknya bersama instansi lainnya menyepakati adegan rekonstruksi hanya dilakukan untuk tiga TKP yaitu TKP 3, 5, dan 6. Sebab, tiga TKP tersebut merupakan lokasi utama penganiayaan berat dan penyekapan terjadi.
“Tiga TKP itu yang menjadi central point penting terjadinya penganiayaan dan penyekapan,” kata dia.
Ia menyebut pada TKP 1 dan 2 terjadi penganiayaan ringan. Namun, mulai TKP 3,5, dan 6 yang berada di wilayah Ciwaru, Cinunuk, Kabupaten Bandung terjadi penganiayaan berat dan penyekapan terhadap korban.
“Total tadi 21 adegan,” kata dia.
Pada TKP 3, 5, dan 6, tersangka di antaranya memukul korban dengan helm, kaki meja yang terbuat dari besi dan golok, serta tangan kosong. Namun, dalam adegan tersebut tidak terdapat adegan pelaku menggunting bibir korban dan dibantahnya.
“Oh tidak ada, tidak ada. Dan pelaku juga tidak mengakui dan dari fakta yang ada juga tidak ada menggunting bibir itu,” kata dia.
Ia menyebut bibir rusak berat dan gigi korban rontok karena pukulan berkali-kali dan tidak diobati. “Jadi bibir itu atau gigi rontok itu karena pukulan berkali-kali sehingga rontok dan rusak bibirnya karena kan tidak diobati, jadi lama-lama rusak bibirnya,” kata dia.
